0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Debat Tahap II Pilkada Solo, Menghangat Namun Tetap Landai

timlo.net/daryono

Debat terbuka calon walikota dan calon wakil walikota Solo tahap II, Senin (9/11)

Solo — Debat terbuka calon walikota dan calon wakil walikota Solo tahap II, Senin (9/11) malam di Hotel Novotel berlangsung lancar. Dibanding debat tahap I, debat tahap II terlihat lebih greget lantaran beberapa pertanyaan menyangkut pengkritisan program lawan dan isu SARA sempat membuat suasana debat menghangat. Meski demikian, secara umum, debat berjalan landai.

Tidak jauh berbeda dengan debat tahap I, adu yel-yel antar pendukung pasangan calon cukup membuat suasana ruang debat menjadi riuh. Pendukung Anung – Fajri (AFi) mengenakan pakaian putih-putih, sedangkan pendukung Rudy-Purnomo mengenakan seragam lurik. Kursi tamu undangan dalam debat kali ini juga terlibat lebih penuh terisi dibanding debat tahap I.

Di sesi pertama, calon walikota nomor urut 1, Anung Indro Susanto yang diberi kesempatan pertama menyampaikan visi misi terkait tema “Keserasian Kebijakan Pembangunan Antara Pusat dan Daerah serta Integrasi Nasional”, memaparkan lima program strategis untuk mendukung visi Anung-Fajri menjadikan Solo sebagai kota jasa.

Dari lima program strategis itu, Anung hanya menyampaikan dua program lantaran terpotong oleh batasan waktu. Dua program itu yakni tata kelola pemerintahan yang baik dan peningkatan daya saing daerah. Dalam perbaikan tata kelola pemerintahan itu, Anung menjanjikan rekruitmen relawan di bidang kesehatan dan pendidikan untuk mengatasi keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

“Untuk mengatasi keterbatasan SDM, kami akan melakukan rekruitmen relawan untuk bidang kesehatan dan pendidikan. Akan kami beri operasional setara UMK (upah minimum kota),” kata Anung.

Adapun untuk meningkatkan saya saing daerah, Anung fokus pada tiga hal yakni pendidikan, peningkatan SDM dan penguatan produk lokal. Ia berencana mengambil semua murid juara 1 untuk diberikan pembiayaan hingga perguruan tinggi.

Sementara, calon walikota nomor urut 2, FX Hadi Rudyatmo menyampaikan bakal menyelaraskan programnya dengan pemerintah pusat lantaran 85 persen APBD Solo berasal dari pemerintah pusat. Keselarasan program itu diwujudkan dalam misi 3 WMP (wareg, wasis, waras, mapan dan papan) guna mendukung terwujudkan visi Solo kota budaya yang maju dan sejahtera. Dalam upaya mewujudkan perbaikan pendidikan misalnya, Rudy menjanjikan program wajib belajar 12 tahun

“Untuk mewujudkan masyarakat yang wasis, wajar 12 tahun dari mulai SD sampai SMA/SMK. Itu kebutuhan dasar warga Surakarta dalam upaya mendukung nawacita Presiden,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge