0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petai Boyolali Rambah Kota Besar

timlo.net/nanin

Petani memilah-milah hasil panen petai untuk dikirim ke Jakarta

Boyolali — Musim panen petai di Boyolali dimanfaatkan sejumlah pedagang untuk meraup keuntungan besar dengan menjual hasil panen ke Jakarta. Namun hasil panen kali ini mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.

“Panen musim kemarin bisa mendapat keuntungan Rp 1,3 Juta perpohon, tapi sekarang paling hanya Rp 650 Ribu saja,” ungkap Darti, warga Mojosongo, ditemui saat memilah-milah petai sebelum dikirim ke Jakarta, Senin (9/11).

Dijelaskan, dalam satu tahun, pohon petai miliknya bisa panen hingga dua kali. Panen pertama berlangsung bulan April. Cuaca pada panen pertama sangat mendukung , menghasilkan ribuan petai untuk satu pohon. Sementara pada panen kedua, hasil mengalami penurunan akibat musim kemarau panjang. Bahkan petai yang dihasilkan kecil-kecil.

Harga petai di tingkat petani untuk satu ikat berisi 40 biji antara Rp 20 ribu – Rp 30 ribu, sesuai dengan kualitasnya. Sedangkan jika dikirim ke Jakarta, setiap 1.000 biji petai bisa mendapatkan penjualan antara Rp 800 Ribu- Rp 1,3 Juta. Dalam satu hari, mereka biasa mengirimkan satu truk petai berisi 15 ribu hingga 20 ribu buah. Setiap satu karung berisi 1.000 petai.

“Biasanya kita jual di pasar-pasar besar di Jakarta, Cengkareng, Tangerang, di sana sudah ada yang menerima,” ujar Harsi asal Musuk.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge