0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ternyata yang Dituduh Jadi Makelar Jokowi-Obama Teman Luhut Panjaitan

merdeka.com

Luhut Panjaitan

Timlo.net – Isu pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden AS, Barack Obama dilobi pengusaha Singapura dibantah Menkopolhukam Luhut Panjaitan. Dia mengakui kenal sosok Derwin Perreira, pemilik lembaga konsultan Singapura Pereira Internasional PTE LTD.

Namun Luhut mengaku tak tahu menahu soal kebenaran dokumen di arsip fara.gov, bahwa Pereira Internasional PTE LTD membayar USD 80 ribu kepada perusahaan pelobi R & R Partners, Inc di Las Vegas, Amerika Serikat, untuk membantu Presiden Jokowi bertemu dengan Obama.

“Enggak ah, saya temenan sama dia. Semuanya juga saya berteman,” kata Luhut, Senin (9/11).

Dia pun mengaku tahu sepak terjang R&R Partners, tapi membantah keterlibatan mereka dalam lawatan kenegaraan bulan lalu. Industri lobi, menurut Luhut, bergerak secara legal di AS untuk menghubungkan pihak-pihak berkepentingan pada pejabat eksekutif maupun anggota kongres.

“Itu lobbies firm. Dia di mana-mana kok, enggak ada yang aneh,” jelas dia.

Mantan Dubes Singapura ini kesal pada tudingan akademisi Australia Michael Buehler lewat artikel di situs New Mandala, yang mengesankan lawatan Jokowi tidak bisa terlaksana tanpa dukungan pelobi. Menkopolhukam menegaskan isu adanya makelar yang menghubungkan RI-1 dengan presiden AS mendiskreditkan pemerintah.

“Itu bukan makelar, jangan kamu rendahkan bangsa ini dengan hal-hal semacam itu. Ini bangsa besar,” cetusnya.

Senada dengan bantahan Kementerian Luar Negeri, Luhut memastikan Jokowi datang ke Negeri Paman Sam atas undangan pribadi Obama di sela-sela KTT APEC 2014 di Beijing. Jika awal tahun ini dia terkesan lebih banyak mengurus lawatan RI-1 dibanding Kemenlu, alasannya Luhut saat itu masih menjabat sebagai Kepala Staf Presiden.

“Saya ke (AS) untuk menyampaikan surat presiden. Ya terkait macam macam, terkait juga menjawab permintaan presiden Obama ke presiden Jokowi untuk berkunjung,” ungkapnya.

Luhut sudah menyampaikan rencana lawatan Jokowi ke AS saat menghadiri acara Center for Strategic and International Studies di Washington D.C, pada 9 Desember 2014.

Sebelumnya, lewat konferensi pers Kementerian Luar Negeri membantah pernah mengeluarkan anggaran untuk mendanai jasa pelobi.

Kemlu sekaligus menyangkal tuduhan Muehler yang menyatakan ada perselisihan antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan pada saat persiapan lawatan Jokowi ke AS bulan lalu.

“Kementerian Luar Negeri menyesalkan bahwa seorang akademisi yang terhormat dapat menyampaikan suatu pernyataan yang tidak benar.”

[ard]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge