0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Solo

Panwaslu Minta Spanduk Bernuansa SARA Diturunkan

Salah satu spanduk yang dinilai bernuansa SARA (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Spanduk bernuansa suku agama dan ras antargolongan (SARA) masih terpasang di sejumlah titik-titik di Kota Solo. Upaya preventif kepada pemasang spanduk agar menurunkan spanduk tidak membuahkan hasil.

“Besok kita undang rapat bersama penertiban jam 11. Kalau Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) sepakat untuk diturunkan,” kata Ketua Panwaslu Solo, Sri Sumanta kepada wartawan, Senin (9/11).

Untuk diketahui, sejumlah spanduk bernuansa SARA muncul di beberapa titik. Spanduk itu antara lain bertuliskan “Wong Islam Pilih Walikota Yo Islam, Yen Ora Wedi Dilaknat Allah” dan “Pemimpin Islam Harga Mati”.

Sumanta menerangkan, Panwaslu bersama Polisi sudah melakukan upaya preventif kepada pembuat spanduk agar spanduk bernada SARA itu diturunkan. Namun, pembuat spanduk enggan menurunkan lantaran beralasan tulisan di spanduk bukan dimaksudkan untuk mendukung calon walikota tertentu.

“Ada 75 spanduk yang didistribusikan ke pengurus masjid. Prinsipnya, dia (pembuat spanduk) tidak mendukung Anung- Fajri atau Rudy- Purnomo. Tapi dia mendukung Islam. Apa yang dilakukan itu panggilan sebagai orang muslim,” ujar Sumanta.

Lantaran memahami alasan yang disampaikan, Panwaslu mendorong tim penertiban untuk menertibkan spanduk. Lantaran spanduk itu, terutama yang jenis pertama dipandang memicu konflik horisontal antara muslim dan non muslim.

“Kebetulan di Solo ini kan calon walikotanya kan ada muslim dan non muslim. Konteks pesannya kurang bijaksana. Makanya besok kita akan rapat dengan Polres, KPU dan tim penertiban. Kalau kami sepakat untuk diturunkan,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge