0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sering Mengeluh Sakit, Terpidana Korupsi Meninggal Dalam Lapas

merdeka.com

Ilustrasi Mayat

Timlo.net — Terpidana kasus korupsi atas nama Rahman Abu, (52) ditemukan meninggal dunia, sekitar pukul 11.30 WITA Minggu (8/11) siang. Dia ditemukan tak bernyawa dalam tahanan Blok Intan 1 Nomor 5 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar, Jl Alauddin Makassar. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara menjalani proses otopsi. Rahman Abu adalah salah seorang PNS di Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng.

Kepala Seksi (Kasi) Pemasyarakatan Lapas Kelas I Makassar, Ahmad Junaedi yang dikonfirmasi menjelaskan, Rahman Abu ini adalah terpidana dua tahun kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), tapi dia tidak tahu persis kasus korupsi apa yang dimaksud.

“Terpidana ini sudah menjalani masa tahanan selama satu tahun,” ujarnya kepada wartawan Minggu (8/11).

Dari laporan petugas kesehatan, almarhum kerap mengeluhkan menderita tekanan darah. Kesehatannya semakin menurun karena malam harinya kerap begadang bersama rekan-rekan satu kamar selnya.

Selama ini, Abu menghuni sel bersama enam orang lainnya. Menurut rekan se-selnya, Abu masih sempat bercengkrama dengan rekannya yang lain dan kemudian kembali tidur. Jelang salat Zuhur, Abu coba dibangunkan rekannya tapi tidak merespons. Mereka kemudian melaporkan ke petugas dan setelah dicek, Abu sudah tak bernyawa lagi.

“Setelah menemukan korban, tindakan yang kita lakukan adalah membawanya ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemeriksaan tentang penyebab kematiannya apakah memang benar karena sakit sesuai dugaan semula ataukah karena ada faktor lain. Tapi sementara ini kami tidak menemukan ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” jelas Ahmad Junaedi.

Sementara Kapolsek Rappocini, AKP Muari, yang menangani kasus ini saat dikonfirmasi menjelaskan, tim dokter RS Bhayangkara melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab meninggalnya terpidana kasus Tipikor ini.

“Selanjutnya kita mengambil keterangan dari para saksi-saksi antara lain dari rekan-rekan sekamarnya dalam tahanan, petugas Lapas Kelas I yang sementara bertugas saat itu dan juga tim medis di Lapas tersebut,” kata AKP Muari.

[lia]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge