0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gerakkan Perekonomian, BI Diminta Turunkan Suku Bunga

merdeka.com

Gedung Bank Indonesia

Timlo.net — Pemerintah sedang berusaha menggerakkan sektor riil di tengah perlambatan ekonomi saat ini. Upaya pemerintah ini membuatnya memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk otoritas moneter, Bank Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, penurunan BI Rate akan mendorong pergerakan sektor riil dari sisi pembiayaan. Sebab, dengan penurunan BI Rate, suku bunga kredit perbankan akan turun dan meringankan pengusaha sektor riil untuk mendapatkan kredit.

Suahasil mengakui bahwa BI memiliki banyak pertimbangan, salah satunya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Meski sempat menembus angka Rp 14.700-an, namun Rupiah sudah menguat hingga menyentuh kisaran Rp 13.200-an.

“Dalam situasi sekarang memang kita lihat tekanan di mata uang. Tapi kita harus selamatkan sektor riil kita. Yakni dari infrastruktur yang dibangun, insentif. Dunia usaha yakni UMP atau upah sektoral, juga pembiayaannya,” ujar Suahasil di Hotel Harris, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/11).

Bank Indonesia (BI) memang melihat ada ruang untuk melonggarkan kebijakan sisi moneter dengan menunkan suku bunga acuannya. Namun, posisi Rupiah yang dinilai belum ‘aman’ diakui pemerintah membuat BI belum segera beranjak memberlakukan pelonggaran moneter itu. Secara akumulasi, Rupiah masih melemah sekitar 10 persen di sepanjang tahun ini.

“Kalau memang ada ruang agar pembiayaan sektor riil kita lebih murah ya kami dukung. Apalagi, kami ingin putar ekonomi. Meskipun faktor-faktornya harus diperhatikan. Ruang (pelonggaran) kami sepakat ada. Tapi pertimbangkan variabelnya. Inflasi, sudah kondusif. Tapi perlu perhatikan risikonya,” imbuh Suahasil.

Dirjen Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan menambahkan, dengan penurunan BI rate justru akan menambah likuiditas di sektor perbankan. Suku bunga kredit turun, akan menarik banyak pinjaman.

“Itu bisa dimanfaatkan sektor riil. Ini malah menambah likuiditas seharusnya,” imbuh Robert.

[bim]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge