0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dirjen Penguatan Riset dan Pembangunan : Riset Adalah Investasi

timlo.net/eko prasetyo

Muhammad Dimyati

Solo – Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pembangunan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Dr Muhammad Dimyati menyatakan, harus memandang riset adalah investasi.

“Kita sudah mempunyai mindset seperti itu didalam membelanjakan anggaran dengan jangka panjang memberi keberuntungan kita bersama,” jelas Dimyati seusai menjadi Keynote Speaker Seminar Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS), di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Sabtu (7/11).

Lain halnya kalau memandang riset sebagai belanja, lanjut Dimyati, akan owel (jawa) mengeluarkan anggaran. Sehingga negara hanya mengeluarkan anggaran yang sangat kecil, tidak signifikan dengan apa yang diinginkan. Tetapi kalau sudah mindsetnya investasi seperti halnya di Negara maju maka akan begitu mudah mengeluarkan anggaran untuk membiayai risetnya.

“Kita anggaran riset masih 0,09 persen GDP. Padahal Malaysia sudah 1 persen, sudah memimpin Asia dalam publikasi internasionalnya,” jelasnya.

Untuk itu, kata Dimyati, seluruh komponen yang ada, termasuk birokrat harus mengubah mindset riset menjadi investasi, untuk semakin konsen mengeluarkan anggaran riset. Komponen itu terutama industriawan dan swastawan mau mengeluarkan anggarannya untuk riset. Mereka harus memulai bahwa inovasi tidak dibeli dari luar. Tetapi dari dalam dengan melakukan riset.

“Kalau kita mau mandiri dan tidak terjajah Negara lain, kita musti mau mengeluarkan anggaran untuk riset,” tandasnya.

Ia menandaskan, riset kita harus minimal 1 persen dari GDP, dan mayoritasnya didorong dari swasta yakni sekitar 74 persen dan sisanya pemerintah. Saat ini posisinya 745 pemerintah, sedang 26 persen swasta.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge