0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mestro Keroncong : Penyanyi Muda Harus Terus Belajar dan Berlatih

timlo.net/heru murdhani

Sang Maestro keroncong, Waljinah (pegang mic) saat merayakan HUT ke 70

Solo — Maestro Keroncong Hj Waljinah merayakan hari ulang tahunnya yang ke-70 tahun, di Atria and Effect Resto, Sabtu (7/11). Sejumlah seniman tampak hadir dalam perayaan itu, seperti Yati Pesek, Sruti Respati, Endah Laras, dan komposer Rahayu Supanggah.

Memasuki ruangan, undangan disuguhi dengan piagam-piagan penghargaan dari penyanyi berjuluk Si Walang Kekek ini. Berbagai macam piala juga dipajang berjajar memenuhi meja resepsionis. Tak kalah menarik, sejumlah koleksi album dari Waljinah juga turut di boyong sebagai dekorasi ruangan.

Waljinah tampak anggun dalam balutan busana muslim berwarna cerah. Penyanyi kelahiran Solo 7 November 1945 ini tampak sumringah, dengan didampingi cucu dan anak-anaknya.

“Saya sangat senang sekali, anak-anak selalu gemati kepada saya, dan semuanya mendukung saya,” ungkap Waljinah sebelum sesi pemotongan kue.

Dengan diiringi lagu selamat ulang tahun, Waljinah maju ke atas panggung. Usai berdoa, dirinya membagi-bagikan kue tersebut kepada semua keluarga. Tampak Waljinah meneteskan air mata, saat menerima kado cincin berlian, dari anak pertamanya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyempatkan diri untuk menyumbangkan sebuah lagu. Dengan diiringi oleh orkes keroncong Bintang Surakarta, Waljinah menyanyikan satu tembang yang membawanya menuju masa keemasan, Panglipur Wuyung, karya Anjar Ani dan Mardianto.

Dalam satu kesempatan Waljinah juga membeberkan impiannya tentang kelangsungan musik Keroncong. Menurutnya saat ini musik Keroncong telah jauh lebih maju ketimbang masanya dulu. Hanya saja musisi-musisi Keroncong harus tetap menambah skil dan ilmu, serta tidak letih untuk terus bertahan di jalur Keroncong.

“Untuk penyanyi-penyanyi muda, jangan takut, terus belajar, berlatih, pasti bisa bagus,” katanya.

Sementara, Yati Pesek selain memberikan selamat untuk Waljinah, juga berpesan kepada maestro itu untuk selalu menjaga kondisi kesehatannya.

“Saya sering mengingatkan untuk jaga kesehatan, karena kita masih butuh bimbingan beliau, bukan hanya anak dan cucunya, tetapi seniman-seniman keroncong masih membutuhkan semangat, butuh belajar dari sosok Ibu Wal ini,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge