0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ecky Lamoh ‘Edane’ Ramaikan Festival Rock Klaten

dok.timlo.net/aditya wijaya
Pengisi Festival Rock Klaten, Didiek Ermaz Kaizar, Rudy Lehor studio Lokananta, serta penyanyi Rock dan Blues legendaris Indonesia, Ecky Lamoh (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Untuk pertama kalinya, Pemkab Klaten melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) menggelar pentas audisi music rock progresif bertajuk ‘Battle of Music Festival 2015.’ Babak grand final berlangsung, Sabtu (7/11) sore, di Monumen Juang 45 Klaten.

“Festival ini diikuti 56 grup band rock progresif dari Klaten dan sekitarnya. Setelah melalui audisi (11/10 – 1/11) di Obyek Wisata Mata AIr Cokro (OMAC0 dan Monumen Juang 45, akhirnya terpilih 16 band yang dua diantaranya mengundurkan diri, untuk bertarung di babak final,” ujar penyelenggara kegiatan, Wahyu Gustie, Sabtu (7/11).

Festival rock berhadiah total Rp 17 juta tersebut, kata Wahyu, berangkat dari keinginan Disbudparpora Klaten untuk menggali potensi musisi muda. Pasalnya selama ini geliat musik di Klaten hanya terakomodir dalam skala kecil dan tenggelam oleh dua kota yang mengapitnya, yakni Yogya dan Solo.

“Tidak sekadar memberikan uang pembinaan lalu selesai begitu saja. Goalnya, mengabadikan karya delapan grup band terbaik dalam album kompilasi secara Indie label, masing-masing 100 keping CD. Sehingga bisa dijadikan kepentingan promo band bersangkutan dan tak perlu jauh-jauh rekaman,” tukas Wahyu sekaligus produser pembuatan album.

Dalam jumpa wartawan itu, terlihat hadir para juri, di antaranya Didiek Ermaz (Kaizar Rock Band), Rudy Lehor (Music Director Studio Lokananta), serta penyanyi Rock dan Blues legendaris Indonesia, Ecky Lamoh.

Sementara itu, Ecky Lamoh yang juga mantan vokalis grup rock Edane dan Elpamas, menyampaikan apresiasinya terhadap Pemkab Klaten. Pasalnya jarang sekali pemerintah daerah menggelar ajang festival musik rock.

“Ini kegiatan positif yang harus diapresiasi dan memberikan sedikit pencerahan. Bukan karena selera saya rock lalu melebihlebihkan, tapi genre rock adalah cerdas. Butuh proses, padahal saat ini anak muda telah disuguhi berbagai hal yang sifatnya instan,” ucapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge