0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peneliti Indonesia Masih Malu-Malu pada Publik

dok.timlo.net/tyo eka
Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pembangunan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Dr Muhammad Dimyati (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Periset atau peneliti Indonesia, sebagian masih malu-malu mengkomunikasikan hasil risetnya kepada publik. Sehingga masih banyak hasil risetnya hanya tersimpan rapi di lemari atau perpustakaan.

“Padahal bila terkomunikasikan kepada publik, begitu bisnisman tahu maka akan disamber oleh mereka. Karena sebetulnya banyak yang memiliki potensi bisnis tinggi,” ujar Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pembangunan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Dr Muhammad Dimyati saat ditanya Timlo.net soal hasil riset yang tersimpan saja, di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sabtu (7/11).

Oleh karena itu, kata Dimyati, meminta para peneliti jangan malu-malu mengkomunikasikan hasil risetnya. Peneliti agar percaya diri bahwa hasil riset yang dipunyai atau dihasilkan, apalagi dikemas secara bagus, niscaya akan laku dipasaran dalam hal ini dipakai oleh pelaku ekonomi.

“Contoh di Jepang, kerupuk oleh mereka dikemas sehingga menarik, hasilnya laku luar biasa. Itu juga merupakan hasil riset,” ujarnya.

Bagi Dimyati, yang penting para peneliti harus memiliki kepercayaan diri dan mengkomunikasikan apa yang telah dilakukan dalam risetnya. Salah itu biasa. Kalau kita tidak pernah mengkomunikasikan, kita tidak akan mengetahui salah ataukah benar.

“Kalau kita publikasikan, kemudian ada yang teriak salah, maka kita akan perbaiki,” ujarnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge