0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Golkar Kubu Agung Laksono Minta Segera Digelar Munas

(dok.merdeka.com)

Timlo.net — Wakil Sekertaris Jenderal Partai Golkar kubu Agung Laksono, Dave Laksono mengaku sudah bosan bersitegang dengan kubu Aburizal Bakrie (Ical). Ia menilai lebih baik partai memikirkan strategi untuk pemenangan Pemilu dengan mengadakan munas.

“Nah inilah daripada kita terus-menerus saling tarik-menarik, saling mengancam, saling caci maki ya sudah lah lebih baik kita melaksanakan Munas. Tentukan ketua umum baru. Buat kepengurusan baru dan barulah kita siap menghadapi Pilkada, Pileg, dan Pilpres 2019,” ujar Dave saat dihubungi merdeka.com, Jumat (6/11).

Dengan Munas, lanjut Dave, bisa menyatukan partai dengan sendirinya. Ia pun tidak mempermasalahkan siapa yang akan menjadi ketua umum partai kelak.

“Kita sih hanya menunggu agar dari pihak Pak Ical segera menentukan sikap untuk bisa melaksanakan Munas. Begitu Munas itu dilaksanakan, seluruh elemen bisa bersatu, semua calon, orang yang berkepentingan, yang merasa mampu atau ingin maju dibuka, silahkan siapapun itu. Setelah terpilih ketua baru ya seluruh kubu harus tunduk pada pengurus yang baru itu,” tuturnya.

“Alasan dasarnya kita kembali pada keputusan mahkamah partai, jelas-jelas menyatakan bahwa paling lambat 2016 itu sudah harus dilaksanakan Munas. Hasil putusan Mahkamah Partai itu kan memenangkan kubu Pak Agung, mensahkan kubu Pak Agung. Tapi di situ tegas dikatakan bahwa harus dilaksanakan Munas, konsolidasi,” tuturnya.

Bahkan, Dave mengakui jalur hukum berupa Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) atau kasasi ke Pengadilan Tinggi tak bisa menyelesaikan masalah.

“Ini kan persoalannya politik ya, sementara yang kita lalui kan so far sejauh ini jalur hukum. Jalur hukum itu tidak akan bisa menyelesaikan. Ini kan hanya menunda-nunda. Memang sikapnya dari kubu Pak Agung melakukan PK, melakukan kasasi ini supaya mengulur waktu, supaya Pak Ical bisa segera melaksanakan Munas,” ungkapnya.

Menurut Dave, baru pagi ini ada sinyal bahwa Ical turut mendorong adanya Munas. Namun hal ini belum ada tindak lanjutnya.

“Barusan saya baca katanya Pak Ical sudah sepakat Munas itu dipercepat. Tapi belum mengatakan kapan. Sekarang tinggal duduk bareng, menentukan kapan dilaksanakan, siapa panitia, di mana dilaksanakan, itu hal teknis lah yang penting prinsipnya dulu. Tinggal Pak Ical ini secara prinsip harus setuju dulu. Pak Ical kalau sudah setuju tinggal teknisnya dibahas,” tandasnya. [rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge