0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang Vonis, Keluarga Andang Tetap Tenang

dok.timlo.net/achmad khalik
Terdakwa kasus pembunuhan, Andang Yunardo saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Sidang kasus pembunuhan di Gang Walet, Kerten, Laweyan, Solo dengan terdakwa Andang Yunardo (55) segera memasuki babak akhir. Meski begitu, pihak keluarga terdakwa mengaku tenang meski tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Andang tak main-main. Lantaran, terdakwa dituntut hingga 14 tahun penjara.

“Keluarga di rumah tetap tenang menghadapi putusan nanti. Sebab, kami yakin kakak kami hanya membela diri, bukan membunuh. Kami yakin hakim memiliki hati nurani,” ujar Adik kandung Andang, Azar Swasana saat berbincang dengan wartawan, baru-baru ini.

Menurut Azar, kakaknya selama di penjara akhir-akhir juga terlihat tenang. Selama ini, kakaknya tak risau dengan tuntutan JPU yang menjeratnya Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.

“Saya sendiri heran kok bisa JPU menuntut kakak saya dengan pasal pembunuhan. Apa tidak membaca kronologis kejadian. Padahal, yang mencoba membunuh itu kan korban,” paparnya.

Sementara, penasihat hukum Andang, John Ferry Situmeang, mengatakan apa yang dituntutkan JPU menurutnya keterlaluan. JPU, kata Ferry, juga tak memakai logika, nurani, dan cenderung ingin mengejar kemenangan dalam perkara ini.

“Bagi kami, JPU seperti itu tak layak tak mencerminkan rasa kemanusiaan. Apa tidak membaca kronologisnya bahwa yang kali pertama ingin membunuh itu adalah korban. Andang ini sesungguhnya adalah korban dari korban,” papar pengacara dari Mawar Saron tersebut.

Atas tuntutan JPU ini, pihaknya telah melaporkan yang bersangkutan ke Jaksa Muda Pengawas (Jamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung). Menurutnya, JPU dinilai sengaja menutup mata atas sejumlah fakta persidangan yang semestinya membebaskan terdakwa atas segala tuntutan.

“JPU kami nilai telah memutarbalikkan fakta demi mengejar karir dan pangkat agar memenangkan kasus ini,” katanya.

Ancaman itu, ditanggapi enteng oleh JPU dari Kejari Solo Ari Panca. Ari menjelaskan, tuntutan 14 tahun penjara sudah sesuai lantaran terdakwa adalah residivis dan berbelit-belit dalam persidangan. Rencananya, sidang putusan kasus tersebut akan digelar pada Senin (9/11) nanti.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge