0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelaku Sabung Ayam Dicambuk

merdeka.com

Ilustrasi hukum cambuk terpidana judi di Aceh

Timlo.net — Banda Aceh mempunyai hak istimewa dengan memberikan hukuman cambuk bagi pelaku kriminal. Ternyata tidak semua pelaku terima hukum cambuk merasa kesakitan. Seperti dirasakan dua dari tiga terpidana judi sabung ayam yang tertawa usai menjalani hukuman ini di halaman Masjid Tgk Di Anjong, Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kutaraja.

Dua terpidana yang tertawa usai dihukum cambuk itu, yakni Munawardin, pekerjaan swasta, dan Mirza Ahmadi, pegawai negeri sipil pada Lembaga Permasyarakatan Lambaro, Aceh Besar. Sedangkan seorang terpidana lainnya, Mukhtaruddin, hanya tertunduk usai dicambuk.

Ketiganya dicambuk karena terbukti bersalah melakukan judi sabung ayam. Mereka bersalah melanggar Qanun Nomor 13 Tahun 2003 tentang maisir atau perjudian oleh majelis hakim Mahkamah Syariah Banda Aceh.

Ketiga terpidana ditangkap polisi saat judi sabung ayam di kawasan Jalan Malem Dagang, Gampong Keudah, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, 2 Agustus 2015.

Karena tertawa usai menjalani hukuman, ratusan warga yang menyaksikan eksekusi cambuk tersebut langsung menyoraki mereka. Keduanya, langsung digiring oleh petugas Wilayatul Hisbah atau polisi syariat Islam ke dalam masjid.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Banda Aceh Amriyata mengatakan ketiga terpidana dihukum cambuk masing-masing tiga kali. “Eksekusi cambuk dilakukan di hadapan masyarakat. Yang akan mencambuk atau eksekutornya berasal dari WH. Kami sendiri tidak tahu siapa tukang cambuknya,” kata Amriyata, seperti dilansir Antara, Jumat (6/11).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin mengatakan pelaksanaan hukuman cambuk bukan acara hura-hura. Ini merupakan upaya menegakkan hukum Islam di Kota Banda Aceh.

“Kami juga mengingatkan masyarakat menghindari perbuatan yang melanggar hukum, termasuk hukum syariat Islam. Semakin sedikit orang dihukum cambuk, maka semakin baguslah pelaksanaan syariat Islam di Aceh,” kata Zainal Arifin.

[noe]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge