0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

September, Kinerja Perbankan Syariah Cukup Memuaskan

timlo.net/setyo pujis

Wakil Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Soloraya, Sunaryo

Solo – Kendati kondisi ekonomi sedang lesu, namun kinerja perbankan syariah di wilayah Soloraya masih menunjukan perkembangan positif jika dibanding tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dapat dilihat dari aset yang dihimpun melalui Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun jumlah pembiayaan yang dapat disalurkan sampai dengan September 2015.

“Secara keseluruhan jumlah aset perbankan syariah ada pertumbuhan sekitar 9,01 persen secara year to date (ytd), atau mengalami peningkatan dari Rp 4,74 Triliun pada Desember 2014 menjadi Rp 5,17 Triliun pada September 2015,” ujar Kepala OJK Solo, Triyoga Laksito kepada wartawan, Jumat (6/11).

Selain total aset, pertumbuhan juga terjadi pada realisasi pembiayaan yang tumbuh sekitar 13,41 secara year on year (yoy) atau Rp 3,95 Triliun pada September 2014 menjadi Rp 4,48 Triliun di September 2015.

“Sementara untuk DPK terjadi peningkatan sekitar 16,53 persen (yoy) dari sebelumnya Rp 2,93 Triliun pada September 2014 menjadi Rp 3,41 Triliun pada September 2015,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Soloraya, Sunaryo menyampaikan, meskipun secara keseluruhan kondisi perbankan syariah di wilayah Soloraya mengalami pertumbuhan, namun selama dua bulan terakhir khusus Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) cenderung stagnan. Hal itu mengingat kondisi ekonomi sedang lesu seperti sekarang.

“Selain karena pengaruh ekonomi, melambatnya pertumbuhan BPRS belakangan ini juga dipengaruhi kondisi usaha nasabah yang kurang stabil. Sehingga berpengaruh terhadap penerimaan,” tandasnya.

 

Wakil Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Soloraya, Sunaryo

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge