0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Teguh Karya di Mata Slamet Rahardjo

merdeka.com

Slamet Rahardjo

Timlo.net – Sutradara film BADAI PASTI BERLALU, Teguh Karya, menjadi tema Festival Film Indonesia 2015. Salah satu sahabat yang pernah beberapa kali terlibat produksi film bersamanya adalah aktor senior Slamet Rahardjo. Kakak Eros Djarot mengenang sosok Teguh sebagai seorang yang pemarah.

“Pernah waktu itu syuting film RANJANG PENGANTIN di daerah Gambir. Nah, saya disuruh jalan (kaki) karena akting jadi orang (penderita) TBC. Dia ambil gambar dari jauh. Pas jalan udah jauh kok enggak di-cut-cut. Pas saya tengok ternyata mobil film sudah gak ada,” tutur lelaki 66 tahun ini, Rabu (4/11).

Slamet yang ditinggalkan begitu saja merasa sangat marah.

“Bukan masalah apa, saya kan pakai kostum dan gak bawa dompet. Akhirnya saya pulang ke sini. Di sini dia lagi enak-enakan sambil ngerokok. Saya bilang, ‘Kalo punya masalah sama gue bilang, jangan main tinggal’,” kenang bintang PENDEKAR TONGKAT EMAS ini.

Sang sutradara pun merasa tak bersalah dan balik mengomelinya.

“Dia bilang, ‘Saya gak suka tahu, kamu itu pretending, bukan akting. Kamu itu pemain tauco. Jadi saya tinggal’. Dia tega. Tapi abis itu saya dapat penghargaan. Nah, di balik itu pesannya jangan main-main, itu profesi lo,” jelas Slamet.

Lelaki 66 tahun ini pun mengkritik usaha para aktor muda yang kurang mau belajar terhadap dunia akting.

“Anak-anak sekarang gak suka belajar. Ini upaya saya yang saya harus lakukan sebagai penerus Teguh Karya,” ungkapnya.

Sebelum berpulang pada 2001 silam, almarhum Teguh Karya sempat berpesan kepadanya.

“Sebelum meninggal, dia bilang ‘Slamet tulis nama saya di sebuah batu’. Saya bilang, ‘Gak mau. Emang gue tukang nisan? Kalau mau biarkan saya tulis dengan kreasi’,” tandasnya.

(kpl/hen/tch)

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge