0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasca Kebakaran Merbabu, Warga Harus Antri Air Bersih

dok.timlo.net/nanin
Warga lereng Gunung Merbabu antri air bersih (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pasca kebakaran yang melanda kawasan Hutan Gunung Merbabu, yang berlangsung tiga bulan berturut-turut, membuat warga di lereng Merbabu harus mengantri air bersih di bak-bak penampungan. Pasalnya, sejak Merbabu terbakar, sumber air di lereng tersebut debitnya mengalami penurunan. Disamping itu juga banyak pipa air yang rusak karena terbakar.

“Harus antri, debitnya sangat kecil, ini juga disebabkan musim kemarau dan kebakaran hutan kemarin,” ujar Rahayu, warga Lencoh, Selo, Boyolali, ditemui saat mengantri air bersih, Jumat (6/11).

Untuk bisa mendapatkan satu derigen air penuh, biasanya harus antri dulu satu jam. Pasalnya, di bak penampungan sendiri, sudah aada puluhan derigen yang mengantri untuk mendapatkan air bersih. Sementara untuk membeli air bersih tangki, warga mengaku tidak mampu, karena harganya sangat mahal, mencapai Rp 300 ribu.

“Air tangki sangat mahal, kita tidak mampu membeli,” tambah Slamet, warga lainnya.

Warga mengaku, hingga saat ini belum mendapat bantuan air bersih dari pemerintah. Hanya sumber air di Gunung Merbabu yang menjadi andalan warga selama ini.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge