0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Puluhan Hektar Sawah Tercemar Limbah Pabrik

Sawah tercemar limbah pabrik tekstil (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Puluhan hektar lahan sawah di Desa Kuwiran, Banyudono, Boyolali tercemar air limbah pabrik tekstil. Air yang mengairi persawahan berwarna kuning dan berbau. Pencemaran ini sudah berlangsung lama, meski begitu petani merasa diuntungkan saat musim kemarau.

“Sudah lama, tapi airnya sangat membantu petani, meski tanaman menjadi kerdil,” ujar salah satu petani, Ngadiman (62) ditemui di lokasi, Jumat (6/11).

Dijelaskan Ngadiman, bila musim kemarau tiba, petani banyak diuntungkan dengan keberadaan air limbah tersebut. Pasalnya, air limbah dianggap mengantikan saluran irigasi yang mati akibat kemarau. Ngadiman sendiri mengakui, air limbah yang dibuang ke sawah bisa mempengaruhi kesuburan tanah, namun selama ini pihaknya tidak pernah protes.

“Ya kita mintanya air limbah yang dibuang sudah diolah dulu, jadi tidak akan mengganggu kesuburan tanah,” tambahnya.

Di sisi lain, Kades Kuwiran, Heri Sarwo Edi, mengungkapkan, pihaknya mengkhawatirkan keberlangsungan kesuburan tanah di kemudian hari bila air limbah terus dibuang ke sawah. Pasalnya, saat ini, sawah yang terkena air limbah pabrik textile, pertumbuhan tanaman tidak baik alias kerdil dan mematikan hewan-hewan kecil seperti belut, cacing, maupun mikro organisme lain yang sangat penting untuk kesuburan tanah.

“Kalau dibiarkan, beberapa puluh tahun lagi sawah ini akan menjadi tandus,” tambahnya.

Sementara itu, air limbah yang dibuang ke areal persawahan biasanya dilakukan di pagi hari dan limbah yang dibuang dalam kondisi masih panas serta bau.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge