0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Foto Beruang Madu Disembelih Gegerkan Dunia Maya

merdeka.com

foto di sosmed, pelaku penyembelih beruang madu

Timlo.net – Seekor beruang madu dibunuh dengan cara dipotong-potong bagian badannya. Kemudian aksi keji itu diabadikan dengan cara difoto saat hewan tersebut dibantai.

Tanpa merasa salah, foto-foto tersebut diunggah ke dalam jejaring sosial Facebook dengan nama akun Putra TPutra Tasti Ulbr. Foto tersebut diunggah pada Rabu (4/11) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dalam unggahan fotonya, Putra menampilkan gambar sejumlah orang tengah memotong beruang madu dengan ukuran tubuh sedang. Foto itu diberi keterangan, ‘Hasil Berburu Tadi.’ Dengan masih berceceran darah segar, Putra mengangkat potongan kepala beruang madu yang baru saja disembelihnya dan terlihat tersenyum.

Dengan cepat, ribuan pemilik akun media sosial lain merespon negatif perbuatan itu. Sehari usai diunggah, atau sekitar pukul 10.30 WIB, setidaknya terdapat enam ribu komentar dan lima ribu kali foto itu dibagikan.

Dari profil tertera, pemilik akun itu berasal dari Pagaralam, Sumatera Selatan, dan mengaku tinggal di Lubuk Linggau. Putra juga mengaku pernah kuliah di Bengkulu.

Mendengar kabar adanya pembantaian tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel langsung membentuk tim untuk menyelidiki pelakunya.

Kepala BKSDA Sumsel, Nunu Nugraha mengaku tak ingin kecolongan atas informasi itu. Nunu langsung menginstruksikan anak buahnya untuk terjun ke lokasi sesuai dengan alamat yang terpasang di Facebook.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan lokasi pembantaian terhadap hewan yang dilindungi itu. Sebab, informasi yang diterimanya masih simpang siur.

“Sudah kita kirim tim untuk menyelidiki kasus ini. Tim sudah menuju ke lokasi,” ungkap Nunu, Kamis (5/11).

Selain membentuk tim, BKSDA Sumsel juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk mengamankan terduga pelaku pembantaian beruang tersebut.

“Polisi kita libatkan juga. Nanti hasil penyelidikan jadi modal untuk menangkap pelaku,” ujar Nunu.

Dia menegaskan, beruang merupakan salah satu satwa yang dilindungi sesuai Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Di dalam UU tersebut disebutkan, apapun yang melekat di tubuh beruang dilarang disakiti apalagi dibunuh.

“Ancamannya kurungan penjara sepuluh tahun dan denda Rp 200 juta. Kita komitmen proses kasus ini,” kata Nunu.

Namun kabarnya, beruang tersebut dibunuh karena berusaha menyerang warga.

“Dari penyelidikan kita, beruang itu dibunuh karena membahayakan warga. Sebelumnya, beruang itu menyerang warga,” ungkap Kapolsek Tanjung Sakti, Lahat, Sumsel, AKP Horas Panggabean.

Horas mengaku belum menerima informasi lanjutan di mana posisi bangkai beruang tersebut usai dibunuh dan difoto-foto warga.

“Soal itu belum jelas juga, apa sudah dikubur atau tidak, masih kita selidiki,” kata Horas.

[rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge