0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pendukung Paslon Diimbau Tak Gunakan Isu SARA

Ilustrasi Pilkada

Solo — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Solo meminta pendukung pasangan calon tidak memasang spanduk bernuansa suku, agama dan ras antargolongan (SARA). Pemasangan spanduk bernuansa SARA dikhawatirkan memicu konflik horizontal.

“Kita himbau antar pendukung agar menjaga toleransi. Jangan sampai unsur SARA dikedepankan. Kita ini warga berbhineka Indonesia,” kata Ketua Panwaslu Solo, Sri Sumanta kepada wartawan, Kamis (5/11).

Himbauan itu disampaikan Panwaslu menyusul munculnya spanduk bernuansa SARA di beberapa titik di Solo. Bahasa yang ditulis dalam spanduk secara jelas berisi ajakan untuk tidak memilih calon walikota dengan keyakinan tertentu.

“Ya memang itu ajarannya begitu. Tetapi kan nggak harus dipasang seperti itu. Apalagi bahasa yang dipakai walikota, bukan pemimpin. Kalau pemimpin kan tafsirnya bisa berbeda-beda,” ujar dia.

Menyikapi munculnya spanduk bernada SARA itu, Panwaslu langsung melakukan upaya preventif kepada pembuat dan pemasang spanduk agar diturunkan. Gerak cepat itu dilakukan agar tidak timbul hal yang tidak diinginkan.

Ketua Tim Pemenangan FX Hadi Rudyatmo – Achmad Purnomo, Putut Gunawan menilai munculnya spanduk bernuansa SARA sudah keluar dari konsep bernegara yang disepakati secara nasional.

“Aparat keamanan harus segera lakukan tindakan agar tidak memunculkan situasi yang tidak diinginkan,” ujar dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge