0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemalsu SIM Terancam Pidana 6 Bulan

051115 Kasat Lantas AKP Yuna Ahadiyah tunjukan SIM palsu atas nama Sri Wahyuni warga Dusun Ngargorejo, Desa Ngargosari, Ampel
Kasat Lantas AKP Yuna Ahadiyah menunjukkan SIM palsu ()

Boyolali — Jajaran Reskrim Polres Boyolali mulai melakukan pengusutan terkait dugaan jaringan pemalsuan SIM. Langkah ini dilakukan menyusul temuan SIM palsu saat melakukan Opersi Zebra di Tlatar, Kebonbimo, Boyolali.

“Dua tahun lalu kan pernah ada temuan serupa, kita akan lakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Andi Prasetya, Kamis (5/11).

Namun, diakui Andi, untuk mengusut kasus pemalsuan SIM, pihaknya harus mempunyai bukti-bukti yang cukup. Pasalnya, sindikat pemalsuan ini biasanya bekerja sangat rapi. Untuk pengusutan, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap pemilik SIM palsu atas nama Sri Wahyuni (38), warga Dukuh Ngargorejo, Desa Ngargosari, Kecamatan Ampel.

“Apakah dia masuk dalam sindikat atau hanya korban, kita butuh mengungkap itu,” tambahnya.

Sementara bila terbukti terlibat dalam sindikat pemalsuan SIM, pelaku bisa dijerat Pasal 263 ayat 2 KHUP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman enam bulan penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, petugas Satlantas Boyolali mengamankan Sri Wahyuni, dalam Operasi Zebra di Tlatar, karena kedapatan membawa SIM palsu. Selain tanpa hologram, nama Kapolres Boyolali dalam SIM, AKBP Imam Hernowo, tidak pernah ada dalam jajaran Polres Boyolali. Sementara untuk pemilik SIM palsu, Sri Wahyuni, tidak dilakukan penahanan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge