0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Alasan Untung Tusuk Dodi Mulyanto Hingga Tewas

051115 Muhammad Untung warga Jakarta,tersangka penusukan Dodi ditahan di Mapolsek Banyudono
Muhammad Untung, warga Jakarta, tersangka penusukan Dodi Mulyanto, ditahan di Mapolsek Banyudono ()

Boyolali — Muhammad Untung (46), tersangka penusukan Dodi Mulyanto (28), warga Cangkringan, Banyudono, Boyolali mengaku tersinggung dimaki-maki korban. Selain itu, tersangka juga mengaku kesakitan saat tangan kirinya yang masih sakit bekas kecelakaan dipukul korban.

“Dia (korban Dodi Mulyanto) maki-maki dan pukul saya, padahal saya baru kenal dia,” kata Muhammad Untung, Kamis (5/11), di Mapolsek Banyudono.

Untung yang asli Jakarta ini mengaku, sudah 15 tahun hidup di sekitar Sub Terminal Bangak, usai bercerai dengan istrinya, warga Dukuh Badatan, Desa Nglembu, Sambi. Selama menggelandang, Untung mengaku tinggal di mushola terminal. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tersangka yang memiliki dua anak ini bekerja serabutan.

“Sudah 15 tahun saya tinggal di terminal,” ujarnya.

Ia enggan kembali ke Jakarta meski sudah bercerai dengan sang istri. Pasalnya, Untung mengaku dendam dan ingin bertemu dengan lelaki yang membawa kabur istrinya, yang mengakibatkan rumah tangganya hancur.

“Saya terus mencari lelaki itu, tapi sampai sekarang belum ketemu,” tambahnya.

Dendamnya kepada lelaku tersebut, membuat Untung kemana-mana membawa senjata tajam berupa pedang. Namun, sentaja tajam tersebut kemudian ditinggalkan. Perihal pisau yang dibawa untuk menusuk Dodi ,awalnya untuk berjaga-jaga bila handphone miliknya kembali dicuri. Pasalnya, belum lama ini, HP dan tas miliknya dicuri orang.

“Saya dendam dengan pencuri HP saya, pisau saya beli nanti untuk jaga-jaga bila ada yang mencuri HP saya lagi,” katanya kesal.

Nasib sudah menjadi bubur, Untung kini harus mendekam di tahanan Mapolres Boyolali dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge