0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sidang Putusan Kasus Pembunuhan Ditunda, Penasehat Hukum Emosi

timlo.net/achmad khalik

Penasehat hukum terdakwa kasus pembunuhan Hotel Setya Kawan Sumarsoni saat menasehati terdakwa

Solo — Sidang putusan kasus pembunuhan Hotel Setya Kawan dengan tersangka Nanang Aryanto (21) warga Toroh, Grobogan, Purwodadi ditunda oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Solo. Penundaan sepihak yang dilakukan majelis hakim tersebut, membuat geram tim penasehat hukum tersangka yang telah sejak pagi menunggu untuk digelarnya sidang putusan tersebut.

“Ini menunjukkan bahwa majelis tidak profesional. Kami, dari tim penasehat hukum terdakwa telah menunggu sejak pagi,” ketus Sumarsoni, salah seorang penasehat hukum terdakwa, Rabu (4/11) siang.

Kekecewaan Sumarsoni meledak usai majelis hakim keluar dari ruang sidang. Menurutnya, majelis hakim tidak menghargai waktu seseorang untuk menghadiri sebuah acara persidangan. Disamping itu, dirinya juga menuding bahwa majelis hakim tidak siap dengan putusan yang akan dijatuhkan.

“Kalau seperti ini kan meremehkan kami. Kami yang telah dari pagi nungguin jalannya sidang malah gak jadi. Apa-apaan ini,” terang pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (Pusbakum) Solo tersebut.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hasrawati berpendapat, JPU menunggu putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim. Mengingat, hal tersebut mutlak kewenangan hakim.

“Terkait penundaan ini, kami menunggu dari hakim. Itu hak prerogatif majelis hakim,” ucapnya.

Pantauan Timlo.net, pada hari Rabu (4/11) di PN Solo digelar kegiatan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Perma No 2 Tahun 2015 tentang Penyelesaian Gugatan Sederhana. Sejumlah hakim mengikuti rapat yang melibatkan sejumlah undangan dari kejaksaan, pengadilan negeri, akademi se-Solo Raya. Tak hanya sidang putusan pembunuhan itu saja yang ditunda, melainkan agenda putusan persidangan yang lain juga ikut ditunda.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge