0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Saluran Irigasi Waduk Cengklik Mati, Petani Ngeluh

dok.timlo.net/nanin
Saluran irigasi di Waduk Cengklik yang diserobot proyek jalan tol (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Paguyuban Petani Irigasi Waduk Cengklik di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, mengeluhkan matinya saluran irigasi dari Waduk Cengklik akibat pembangunan proyek jalan Tol Solo-Kertosono (Soker).

“Lahan pertanian di lima desa saluran irigasinya mati total,” kata Ketua Paguyuban Petani Irigasi Waduk Cengklik, Samidi, Rabu (4/11).

Lima desa tersebut meliputi Desa Sawahan, Pandean, Donohudan, Sindo dan Ngresep, total luasan lahan mencapai 100 hektar. Matinya saluran irigasi akibat proyek jalan tol, petani banyak yang membiarkan sawahnya mengering atau tidak tertanami. Yang lebih mengejutkan, menurut Samidi, dalam design pembangunan Jalan Tol Soker sepanjang 10 Kilometer tersebut tidak ada saluran irigasi dianggap tidak ada.

“Keluhan sudah kita sampaikan, tapi tidak digubris, nanti kita akan mengadu ke Presiden Jokowi,” tambahnya.

Hal senada juga diakui salah satu petani Desa Ngesrep, Ngemplak, Suwono, seluruh saluran air irigasi saat ini telah tertutup jalan tol, sehingga banyak lahan yang dibiarkan terbengkalai. Dulu, sebelum ada proyek Soker, lahan ditanami padi. Diakui, selama ini, air dari Waduk Cengklik menjadi andalan petani. Mereka berharap pemerintah mau turun tangan untuk mengembalikan saluran irigasi seperti semula.

“Kalau seperti ini terus, kita tidak bisa menanami lahan kita, saluran irigasi mati total,” keluhnya.

Ketua Komisi Pendayagunaan Sumberdaya Air (KPSA) Boyolali, Harun Basuki saat dikonfirmasi membenarkan banyaknya saluran irigasi rusak akibat proyek tol Soker.

“Ada sekitar  500 meter hingga 1.000 meter saluran irigasi di Ngemplak rusak,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge