0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sindikat SIM Palsu Diduga Keliaran di Boyolali

041115 Kasat Lantas Polres Boyolali AKP Yuna Ahadiyah,menunjukkan sim palsu yang ditemukan saat Operasi Zebra di Tlatar,Kebonbimo,Kota
Kasat Lantas Polres Boyolali AKP Yuna Ahadiyah,menunjukkan SIM palsu yang ditemukan saat Operasi Zebra ()

Boyolali —  Operasi Zebra yang digelar di Tlatar, Kebonbimo, Boyolali Kota, Jalan Tentara Pelajar, petugas Satlantas Polres Boyolali mengamankan seorang pengendara motor yang kedapatan memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) palsu. SIM tersebut atas nama Sri Wahyuni, warga Dukuh Ngargorejo, Desa Ngargosari, Ampel. Selain terlihat dari hologram di sisi belakang, kejanggalan yang ada pada nama Kapolres Boyolali AKBP Imam Hernowo.

“Boyolali tidak ada Kapolres bernama Imam Hernowo,ini yang membuat kami curiga,” kata Kasat Lantas Polres Boyolali AKP Yuna Ahadiyah, Rabu (4/11).

Dari kecurigaan ini, sang pemilik, Sri Wahyuni yang mengaku bekerja di bank, langsung dimintai keterangan. Kepada petugas, Sri awalnya mengaku SIM asli tertinggal di rumah. Namun setelah didesak, Sri mengaku SIM tersebut dibuatkan oleh kakaknya yang berdomisili di Solo.

“Kita tidak lakukan penahanan, tapi kasusnya kita limpahkan ke Reskrim untuk pengusutan lebih lanjut, siapa tahu ini sindikat,” tambah Yuna.

Pihaknya menduga ada sindikat SIM palsu yang masih berkeliaran di wilayah Boyolali, menyusul dua tahun lalu, petugas juga menemukan kasus serupa saat melakukan operasi di Tlatar juga. Pihaknya menduga, sindikt SIM palsu ini memanfaatkan masyarakat yang enggan mencari SIM di Satlantas.

“Jangan percaya dengan SIM palsu, sebaiknya mengikuti prosedur yang ada, lebih aman  dan tidak melanggar hukum,” himbaunya.

Sementara selama pelaksanaan Operasi Zebra yang digelar sejak Kamis (22/10) hingga hari ini, jajaran Satlantas berhasil menindak 3.033 pelanggar. Dari jumlah tersebut, 1.429 pelanggar terkena tilang, sedangkan 784 pelanggar mendapat teguran tertulis dan 820 pelanggar mendapat teguran lisan. Dari jumlah tersebut, sebanyak sebanyak 1.135 adalah pengendara roda dua dan 294 pengendara roda empat.

“Rata-rata tidak mengenakan helm dan sabuk pengaman,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge