0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Api di Gunung Merapi Berasal dari Ladang Penduduk

(dok.timlo.net/ist)

Boyolali — Kebakaran hutan Gunung Merapi hingga saat ini petugas masih melakukan pemadaman. Medan yang curam dan angin kencang, menghambat upaya pemadaman. Sementara api yang membakar kawasan hutan diketahui berasal dari ladang milik warga yang kemudian merembet ke atas.

“Api awalnya dari ladang warga di Dusun Bakalan, Desa Jrakah, terus merembet ke atas,ada yang bakar-bakaran dan lupa mematikan,” kata anggota relawan Organisasi Pengurangan Resiko Bencana Desa Samiran, Selo, Boyolali, Suparno Gondor, Senin (2/11).

Sementara untuk saat ini, api sudah mengarah ke sisi barat atau ke atas, menjauh dari ladang penduduk. Atau posisi api berada di sebelah barat Kali Apu dan sebelah utara Kawasan Pasar Bubrah, Puncak Merapi.

“Jalur pendakian masih aman, api belum sampai ke jalur pendakian,” tambahnya.

Di sisi lain, Suparno yang saat pemadaman bersama 10 personel OPRB, naik memadamkan api, berharap ada perhatian dari pemerintah terkait dengan alat pemadaman. Pasalnya, pihaknya sangat kekurangan alat untuk melakukan pemadaman. Beberapa alat yang dibutuhkan seperti gepyok, skop, cangkul, sepatu anti panas, kacamata dan masker.

“Kalau bisa ada alat yang ringan namun cepat mematikan api, seperti tabung gas kecil,” imbuhnya.

Kebakaran di kawasan hutan lindung Gunung Merapi diketahui Minggu (1/11) pukul 09.00 WIB. Api pertama kali diketahui di Dusun Sepi, Desa Jrakah, Selo. Vegetasi hutan yang terbakar berupa semak-semak dan akasia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge