0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kisah Mantan Narapidana Mandiri, Sukses Jadi Tukang Las

timlo.net/achmad khalik

Bengkel Las Milik Wanto

Solo — Percikan nyala api las tak membuat Muhammad Wanto (30) merasa kikuk. Dengan lincah kedua tangannya menyatukan batang-batang besi untuk dibuat teralis pagar. Sesekali, dirinya menyeka peluh yang membasahi dahinya. Namun, ia terus bekerja tanpa menghiraukan itu semua.

Tak disangka oleh dirinya, bahwa selepas menjalani masa tahanan selama sebelas bulan dirinya menyandang profesi tukang las. Namun, ia sangat bersyukur mampu menghidupi anak dan istri dengan nafkah yang halal tanpa mengandalkan dari hasil curian.

“Sudah setahun ini saya menekuni profesi tukang las. Hasilnya lumayan, sepekan bisa Rp 500 ribu,” kata warga Mangkuyudan, Laweyan saat berbincang dengan wartawan.

Bagi Wanto, bengkel yang ukurannya tak begitu luas tersebut memberi arti penting. Selain menghidupi anak dan istrinya ternyata Wanto juga merekrut rekan-rekan eks Rutan Solo untuk bekerja. Hal itu, ia lakukan supaya rekan-rekannya tak kembali ke jalan kegelapan dengan melakukan aktifitas kejahatan. Melainkan, mencari rijeki halal dan diberkati oleh Tuhan.

“Ini menjadi cita-cita saya. Memiliki bengkel sendiri dan bisa mengajak adik, maupun rekan untuk bekerja bersama,” tutur Wanto tulus.

Untuk mengelola bengkel las miliknya, bukan perkara enteng. Ketika ia baru pertama kali mendirikan bengkelnya tersebut, ’embel-embel’ eks napi melekat didirinya. Ia harus memperoleh kepercayaan pasar. Belum lagi, persaingan pasar yang sangat ketat.

Tak hanya itu, dirinya yang juga merekrut rekan eks napi juga terkadang masih diintai oleh polisi. Meski begitu, semua tidak menyurutkan niatnya untuk mencari jalan terang. Setelah setahun berjalan kabut tebal berupa permasalahan yang membelenggu itu semua telah sirna. Dan datanglah, hasil yang bermanfaat bagi sesama manusia.

“Beruntung, masa-masa berat itu telah saya lalui. Sekarang, saya sudah punya pelanggan dan pangsa pasar sendiri. Memang tak mudah menjaga mereka (para pelanggan – Red) namun hasil akhirlah yang menyatakan itu semua,” ucap Wanto optimis.

Wanto juga menceritakan, awal mula dirinya memiliki keahlian di bidang pengelasan. Waktu itu, dirinya bertemu dengan salah seorang petugas Rutan Solo bernama Junaedi. Dengan sabar, ia mendampingi dan memberi bekal tuntunan pengelasan. Setelah dinilai mampu, Junaedi memberikan modal yang merupakan uang pribadinya kepada Wanto.

Berawal dari situ, ia berjanji akan terus menjaga kepercayaan tersebut dengan bekerja sebaik mungkin. Akhirnya, dirinya berhasil mendirikan bengkel las di kawasan RT 02/ RW 09 Kelurahan Karangasem, Laweyan, Solo.

Wanto menilai, apa yang dilakukan Juniedi seperti halnya menyalakan lilin dalam kegelapan. Mungkin kecil, namun terasa manfaatnya. Setidaknya, Junaedi telah menyumbangkan hal kecil untuk negaranya, mengurai masalah sosial, memutus mata rantai kejahatan, dengan cara berbuat kebaikan dan kebajikan.

“Saya sangat bersyukur dapat bertemu beliau dan diberikan bekal mengelas ini,” tandas Wanto.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge