0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sukiman, Jajakan Dawet Sejak Jaman Presiden Soekarno

timlo.net/daryono

Sukiman saat melayani pesanan pembeli

Solo — Usianya sudah lanjut. Terlihat dari keriput wajah dan langkahnya yang tertatih. Namun, semangatnya bekerja mencari nafkah seakan tak pernah pudar. Ya, Sukiman, lelaki 73 tahun inin, berjalan puluhan kilometer menjajakan dawet.

Setiap hari, dengan berjalan kaki, Sukiman memanggul dawet pikulan dari rumahnya, Dibal RT 01 RW 03, Kecamatan Ngemplak, Boyolali hingga Solo. Profesi menjual dawet sudah dilakoninya sejak jaman Presiden R1 ke-1, Ir Soekarno.

“Sudah sejak jaman Pak Karno saya jualan. Dulu hanya sampai Bandara, sekarang sampai Solo, sekitar RS PKU Muhammadiyah,” katanya dengan bahasa jawa saat bertemu Timlo.net di kawasan Manahan.

Profesi menjual dawet merupakan warisan dari orang tua Sukiman. Dulu, hampir semua warga di kampungnya berjualan dawet. Seiring perkembangan jaman, profesi itu mulai ditinggalkan. Kini, tinggal Sukiman yang tetap berjualan dawet.

“Anak-anak saya sekarang pun sudah tidak mau meneruskan usaha ini. Mereka lebih memilih kerja di luar kota,” ujar bapak lima anak ini.

Sukiman mengklaim, dawet miliknya memiliki rasa yang khas. Jika umumnya dawet dibuat dari tepung beras atau daun cincau, dawet Sukiman dibuat dari tepung pati garut. Ia meracik dawet bersama sang istri, Sukiyem. Menurut dia, tepung pati garut berkhasiat untuk menjaga kesehatan lambung.

Lantaran sudah berjualan puluhan tahun, Sukiman sudah memiliki pelanggan di sepanjang rute yang ia lewati. Pelanggannya pun bermacam-macam mulai dari warga biasa, walikota hingga pejabat pusat. Terkadang, ia juga mendapat pesanan di acara tertentu.

Ditanya sampai kapan akan berjualan dawet, Sukiman mengaku akan terus berjualan sampai ia tidak kuat lagi berjualan. Baginya, berjualan tidak sekedar mencari uang tetapi bagian beribadah kepada Tuhan.

“Dari ekonomi, anak-anak sebenarnya membantu. Tetapi, kerja saya ini juga bagian ibadah. Kalau sudah tidak kuat jalan ya nanti jualan di kampung,” ujar dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge