0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sriwedari Harus Jadi Ruang Terbuka Hijau

foto: Dhefi

Sriwedari

Solo – Keberadaan Taman Sriwedari sebagai ruang publik akan tetap dipertahankan. Hal ini merujuk pada aspek sejarah dan kawasan yang masuk cagar budaya.

“Kita tidak mengedepankan aspek kepemilikan semata, melainkan juga pemanfaatan dan kegunaan tanah,” ungkapnya Menteri Agraria dan Tata Ruang, Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ferry Mursyidan Baldan, Sabtu (31/10).

Dijelaskan Ferry, bahwa pihaknya akan turut serta dalam penyelesaian sengketa lahan antara Pemerintah Kota dengan ahli waris. Dia mengatakan permasalahan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena akan mengancam keberadaan taman Sriwedari sendiri.

Ferry mengatakan, pemerintah tidak akan mengambil alih, hanya saja mempertimbangkan kemanfaatannya sebagai ruang terbuka.

“Nanti kalau sudah ada kepastian hukum kita kembalikan lagi,” katanya.

Dia mengatakan saat ini pihaknya mengijinkan pemkot untuk mengelola lahan seluas 9,9 hektar tersebut,

“Tapi pemanfaatannya harus sebagai ruang terbuka,” katanya.

Sementara Penjabat Walikota Solo, Budi Suharto mengatakan, pihaknya masih akan menunggu proses hukum yang berjalan. Dia mengaku optimis bisa memenangkan kembali lahan bekas Bon Rojo itu.

“Kita masih tetap menunggu proses hukum berjalan, fungsinya taman ini juga tidak akan berubah, sebagai kawasan budaya, kawasan konservasi dan ruang terbuka hijau.” Tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge