0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemerintah Beri Lahan 2 Ribu Hektare Untuk Suku Anak Dalam

foto: Heru

Ferry Mursyidan Baldan

Solo – Menteri Agraria dan Tata Ruang, Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ferry Mursyidan Baldan, berjanji akan menerapkan secara tegas Peraturan Menteri (Permen) No 9 tahun 2015 mengenai Tata Cara Penetapan Hak Komunal Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat. Hal itu dibuktikan dengan pemberian dua ribu hektar lahan bagi suku anak dalam di hutan pedalaman Provinsi Jambi. Pelepasan lahan ini penting dilakukan untuk memberikan kepastian tempat tinggal dari negara, bagi suku Anak Dalam.

“Secara tegas akan kita terapkan, jadi tidak ada perusahaan sawit yang bisa mengusir mereka,” ungkapnya dalam peringatan Hari Agraria Nasional Tata Ruang (Hantaru) 2015, di kawasan Manahan, Sabtu (31/10).

Secara tegas Ferry juga mengungkapkan bahwa dirinya tak segan untuk mencabut ijin bagi perusahaan perkebunan yang mengusik keberadaan lahan ini.

“Kalau ada perkebunan yang mengusik, kita cabut ijinnya,” paparnya.

Dirinya menjelaskan hak komunal tersebut telah di aplikasikan oleh pemerintah dalam melindungi suku-suku yang memiliki teritori khusus. Contohnya suku Badui, suku Tengger dan Kampung Naga. Kendati telah diberikan, pemerintah tetap melakukan pengawasan terhadap penggunaan lahan tersebut.

“Ini merupakan pengakuan negara terhadap tanah tempat hidup mereka, meskipun keberadaannya berada di tengah perkebunan, tetapi kita harap tidak ada gangguan terhadap mereka,” katanya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge