0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pansus Pelindo, Wapres JK Jadi Beking RJ Lino?

dok.merdeka.com
Wapres Jusuf Kalla (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II DPR bergerak cepat mengusut dugaan segala dugaan kecurangan yang terjadi di PT Pelindo II. Setelah memanggil Jaksa Agung dan Jamdatun, Pansus Pelindo II DPR langsung melanjutkan agenda pemanggilan Menko Kemaritiman Rizal Ramli.

Dalam rapat tersebut, anggota Pansus Pelindo II dari Fraksi Gerindra M Haikal menanyakan ke Rizal Ramli siapakah yang menjadi ‘backing’ RJ Lino sehingga berani melanggar aturan dengan memperpanjang kontrak perpanjangan konsesi Jakarta International Container Terminal (JICT) ke Hutchison Port Holdings (HPH), perusahaan asal Hong Kong.

“RJ Lino ini menabrak aturan, membangkang. Saya mau tanya ke Pak Menko (Rizal Ramli) siapa sih yang backingi dia?” tanya Haikal ke Rizal Ramli dalam rapat Pansus Pelindo di Kompleks Parlemen.

Mendapat pertanyaan itu, Rizal yang dikenal blak-blakan, memastikan RJ Lino ada backingnya.

“Pasti ada backingnya. Dia sampai berani melakukan pembangkangan. Siapa yang dia (RJ Lino) telepon saat penggeledahan? Siapa yang jauh-jauh telepon Kabareskrim (Komjen Budi Waseso) dari Korea?” jawab Rizal yang disambut tepuk tangan dari Serikat Pekerja JICT yang hadir dalam rapat itu.

Untuk diketahui, saat sedang melakukan kunjungan kerja ke Seoul, Korea Selatan, Agustus lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku pernah menelepon Kabareskrim Polri saat itu Komjen Pol Budi Waseso terkait pengusutan kasus di PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II.

Namun, Rizal Ramli enggan mengungkap tokoh yang menjadi ‘backing’ Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino. Lantaran, RJ Lino diduga berani menabrak aturan soal perpanjangan konsesi Jakarta International Container Terminal (JICT) ke Hutchison Port Holdings (HPH), perusahaan asal Hong Kong.

“Nanti saya pikirkan dulu ya,” ujar Rizal saat menghadiri rapat CPO dengan Malaysia di Hotek Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (30/10).

Anggota pansus yang mendengar jawaban Rizal tak tinggal diam. Ketua Pansus Pelindo Rieke Diah Pitaloka menyatakan masih menyelidiki sosok yang menelepon mantan Kabareskrim Komjen Budi Waseso dari Korea Selatan, saat menggeledah kantor Direktur Utama Pelindo II RJ Lino di Tanjung Priok, Jakarta pada Jumat (28/9) lalu.

“Belum tahu itu siapa (Wapres JK) karena masih dalam pengumpulan bahan-bahan yang sedang dipanggil. Kami juga akan memanggil saksi-saksi yang bakal hadir rapat,” kata Rieke di Gedung DPR.

Selain itu, menurut Rieke, perkembangan rapat Pansus Pelindo semakin menguak masalah yang sebenarnya. Sebab, kasus Pelindo menimbulkan kerugian ratusan miliar.

“Jadi bukan hanya pada mobil crane saja tapi di sini ada persoalan lain yang juga sangat penting karena ini lebih juga menyangkut pada soal kedaulatan kita di mana pelabuhan itu adalah simbol kedaulatan suatu negara ya,” kata dia.

Memasuki masa reses DPR, lanjut dia, pihak tetap melaksanakan rapat Pansus Pelindo pada Kamis (12/11) mendatang. Pansus Pelindo pun sudah menyepakati siapa yang dipanggil dalam rapat tersebut.

“Itu akan melakukan rapat sedang kita susun siapa yang mau diundang. Tapi yang jelas semakin terkuak. Dan yang bicara bukan kita orang-orang yang kita undang semakin memperlihatkan bagaimana ada potensi kerugian negara yang triliunan sebenarnya,” tukas dia.

Namun, pemanggilan Wapres JK bisa saja dilakukan. Anggota Pansus Pelindo Junimart Girsang mengatakan bahwa aktor besar yang disebut Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli melindungi Dirut PT Pelindo II RJ Lino adalah orang yang memiliki jabatan lebih tinggi dari Menteri. Pengakuannya diperkuat dengan keterangan pihak-pihak yang sempat memberikan keterangan dalam Pansus Pelindo II.

“Siapa yang back up, tentu bukan setingkat menteri lagi, sudah bisa disimpulkan sendiri siapa lagi,” kata Junimart di Kompleks Senayan, Jakarta.

Ketika ditanyakan seputar keterangan Rizal Ramli yang beking RJ Lino adalah orang yang sempat menelepon mantan Kabareskrim Budi Waseso dari Korea Selatan. Anggota Pansus Pelindo II langsung menyebut sosok Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Meskipun begitu, kata dia, Jusuf Kalla membuka kemungkinan dipanggil apabila terlibat dalam kasus PT Pelindo II dan melindungi RJ Lino.

“Ohh, Pak JK. Bisa saja bekingannya dia, kita bisa panggil Pak JK. Presiden saja bisa apalagi wakil presiden, ini kan demi kepentingan rakyat,” ungkapnya kepada awak media.

Menurutnya, aliran dana PT Pelindo terdapat dugaan penyimpangan berdasarkan keterangan dari mantan Kabareskrim Budi Waseso, mantan Direktur Tindak Pidana Khusus Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Victor Simanjuntak dan konsultan keuangan dari Deutsche Bank di Hongkong.

Dia juga mengatakan bahwa perkara tindak pidana pencucian uang yang dicurigai terjadi pada proyek pengadaan sepuluh unit mobile crane di PT Pelindo II hanyalah pintu masuk kasus untuk kasus yang lebih besar. [eko]

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge