0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mitos Gunung Lawu

Pantangan Orang Cepu dan Blora Mendaki ke Puncak

Ki Buyut Lawu (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – Kisah misteri hingga berbagai pantangan, konon dimulai dari kisah pelarian Prabu Brawijaya V ke Gunung Lawu. Salah satu pantangan yang hingga kini masih dipercaya adalah pantangan bagi warga Cepu dan Blora untuk naik ke puncak Lawu. Mitos yang berkembang bila ada pendaki dari kedua daerah tersebut akan berakhir dengan kesialan atau bahkan celaka.

“Konon ceritanya adalah saat Prabu Brawijaya V yang mengasingkan diri dikejar pasukan pimpinan Adipati Cepu yang bermaksud menangkapnya hidup atau mati,” ungkap Ki Buyut Lawu yang juga Ketua Komunitas Kiai Damar Sesuluh (Spirit Religious, Cultural & Education), Kamis (29/10).

Diceritakan, meski mengejar hingga berpuluh-puluh kilometer namun niat Adipati Cepu untuk menangkap Prabu Brawijaya V tidak kesampaian. Sedangkan Prabu Brawijaya V yang harus mengasingkan diri untuk menghindari kejaran Adipati Cepu akhirnya sampai di puncak Gunung Lawu.

Merasa kesal dengan Adipati Cepu, di puncak Gunung Lawu, Prabu Brawijaya V mengeluarkan sumpah kepada Adipati Cepu. Yang konon isinya jika ada orang-orang dari daerah Cepu atau dari keturunan langsung Adipati Cepu naik ke Gunung Lawu, maka nasibnya akan celaka atau mati di Gunung Lawu.

“Sumpah Prabu Brawijaya V ini sampai sekarang tuahnya masih diikuti oleh orang-orang dari daerah Cepu terutama keturunan Adipati Cepu yang ingin mendaki ke Gunung Lawu, mereka masih merasa takut jika melanggarnya,” kata Ki Buyut Lawu.

Ki Buyut Lawu mengatakan, selain Gunung Lawu yang berketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl), merupakan pusering tanah Jawa. Gunung tertua di Pulau Jawa ini juga diyakini sebagai pusat laku spiritual religius.

“Gunung Lawu juga dipercaya sebagai tempat mukso dua raja besar di tanah Jawa, Prabu Airlangga, (Raja Kediri Lama-Red) dan Prabu Brawijaya V (Raja Majapahit terakhir- Red),” lanjutnya.

Tak heran bila gunung yang termasuk Seven Summits of Java (Tujuh Puncak Tertinggi di Pulau Jawa-Red) ini, sejak jaman sebelum era Majapahit sampai saat ini tetap disakralkan. Gunung di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur ini, juga mendapat julukan gunung terangker di Indonesia.

Selebihnya juga menjadi tempat laku spiritual nggayuh wahyu keprabon para tokoh besar Nusantara. Mulai Presiden Soekarno, Soeharto, Gus Dur, Susilo Bambang Yudoyono dan lainnya. Itulah sebabnya, setiap gejolak yang terjadi di Gunung Lawu, dianggapnya bukan kejadian alam biasa.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge