0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Wonogiri Gagal Dapat Asuransi Pertanian

Petani mencabuti benih padi

Wonogiri — Kota Gaplek menjadi salah satu kabupaten yang tidak mendapatkan program asuransi pertanian. Meski petani belum banyak tahu apa itu Asuransi pertanian yang diwacanakan pemerintah pusat. Namun demikian petani yakin bahwa asuransi pertanian itu dapat membantu petani mengatasi masalah pertanian.

“Belum tau itu mas, belum ada sosialisasi, tapi kalau namanya asuransi, pasti nantinya akan mengganti kerugian petani jika petani gagal panen,” kata petani asal Selogiri, Bambang Istianto (48), Jumat (30/10).

Hal senada juga diungkap petani asal Selogiri lain, Seno (51). Bahwa dirinya menyambut baik jika nanti pemerintah mengeluarkan kebijakan asuransi pertanian. Menurutnya, asuransi pertanian merupakan hal yang baru bagi petani.

“Ya kalau petani lebih diuntungkan, kita seneng-seneng saja mas,” ujar Seno.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultuta (Dispertan TPH), Wonogiri, Safuan, saat dikonfirmasi mengenai asuransi pertanian mengatakan, kabupaten Wonogiri merupakan salah satu daerah yang tidak mendapatkan asuransi pertanian. Lantaran itu wewenang pemerintah pusat, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Dia menduga, alasan pemerintah batal memberikan ansuransi pertanian, menurut dia kemungkinan berdasar rendahnya angka gagal panen di Wonogiri.

“Wonogiri tidak dapat asuransi peranian, belum ada sosialisasi juga. Kalau tidak salah yang tidak dapat Solo dan Wonogiri,” katanya.

Dari data yang dihimpun dari dinas pertanian kabupaten Wonogiri, tahun 2015 ini terdapat 135 hektare sawah di enam kecamatan yang mengalami kekeringan. Lahan tersebut berada di Kecamatan Purwantoro, Selogiri, Slogohimo, Kismantoro, Puhpelem dan Bulukerto. Total pada Juli lalu dihasilkan 355.525 ton dari 64.481 hektare sawah.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge