0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tren Diet Baru, Bukan Hitung Kalori Tapi Jumlah Gigitan

Makanan sehat. (Dok: Timlo.net/ Google Images)

Timlo.net—Lupakan soal menghitung kalori, ada tren diet baru saat ini. Para ahli mengungkap jika diet ini dilakukan dengan menghitung berapa kali mereka menggigit makanan. Mereka yang menghitung berapa kali mereka menggigit makanan selama sebulan turun berat badannya 1,8 kg.

Dalam penelitian itu, para peserta diminta menghitung berapa kali mereka menggigit makanan setiap hari. Mereka lalu menurunkan jumlah gigitan makanan sebanyak 20 hingga 30 persen selama empat minggu.

Mereka yang bertahan dengan tantangan ini melihat perubahan sekalipun tidak merubah rutinitas makan dan olahraga mereka. Pemimpin penelitian, Dr. Josh West, dari Brigham Young University (BYU) berkata: “Penelitian itu mengkonfirmasi apa yang sudah kita tahu, makan lebih sedikit makanan membuat perbedaan. Kami tidak menyarankan orang menahan lapar, yang kami bicarakan adalah orang makan lebih sedikit dari yang biasanya mereka makan.”

Dr. West dan rekannya dari BYU, Dr. Ben Crookston dan profesor Cougar Hall berkata, orang yang kelebihan berat badan perlu lebih berfokus pada aspek kuantitatif pada makanan dan bukan pada aspek kualitatif.

Dalam penelitian itu meminta 61 peserta menghitung berapa kali mereka menaruh makanan ke dalam mulut mereka dan jumlah minuman selain air mineral yang mereka teguk setiap hari. Di akhir hari, mereka diminta mengirim SMS atau email menyebut jumlah total gigitan dan tegukan makanan dan minuman kepada para peneliti.

Sebanyak 41 dari 61 peserta menunjukkan hasil yang baik, kata Dr. Crookston, tapi diperlukan lebih banyak penelitian untuk menvalidasi cara diet ini untuk menentukan kesuksesan jangka panjang.

Beberapa peserta menyerah karena mereka kesulitan menghitung jumlah gigitan. Sebagai solusi, para peneliti dari departemen ilmu komputer BYU sedang mengembangkan sebuah algoritma untuk menghitung jumlah gigitan. Teknologi yang diciptakan dengan bantuan profesor Christophe Giraud, sekarang telah dilisensi ke perusahaan startup lokal SmartBites. Tim itu mengubah teknologi itu menjadi sebuah aplikasi untuk dipakai di alat wearable seperti Android Wear dan WatchOS.

Sumber: Daily Mail.

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge