0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hujan Pertama, Warga Belum Berani Tampung Air

Main hujan. (Dok: Timlo.net/ Daily Mail.)

Boyolali — Hujan pertama yang menguyur wilayah Boyolali merata di seluruh wilayah, meski tidak begitu deras. Hujan pertama Rabu malam, warga di wilayah Desa Sruni, Musuk, tidak berani menampung air hujan. Pasalnya air dianggap masih kotor dan berdebu.

“Biasanya hujan yang kelima, kita baru berani nampung di bak-bak penampungan,” kata Parjo, Kamis (29/10).

Bagi warga di wilayah Sruni yang berada di Lereng Merapi, sudah menjadi kebiasaan warga menampung air hujan. Biasanya, air hujan ditampung dibak penampungan, dan digunakan untuk kebutuhan ternak mereka. Selain itu, air hujan yang ditampung kadang juga digunakan untuk mencuci.

“Bak penampungan air di sini besar-besar, biasanya kita tampung untuk tandon,” tambahnya.

Warga lain mengaku senang dengan turunnya hujan, pasalnya jalannya menjadi tidak berdebu. Selain itu, mereka saat ini juga mulai bersiap-siap menanam jagung di ladang.

“Kita siap-siap tanam,ini sudah beli bibit jagung, ya semoga hujan sudah mulai turun lagi,” tambah Umar, warga Sruni lainya.

Sementara menurut Kades Sruni, Taryono, warga sudah lama mengharapkan hujan segera turun. Pasalnya, kemarau panjang mengakibatkan penderitaan warganya. Utamanya, kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini dikarenakan banyak sumber air yang mengering dan untuk memenuhi kebuutuhan air terpaksa harus membeli.

“Harga air di wilayah Sruni mencapai Rp 100 per tangki kapasitas 6.000 liter,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge