0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Donat Bakar, Nikmat Selagi Hangat

widiyawati

Donat Bakar

Solo – Donat, mungkin sudah banyak dijumpai di mana saja. Namun, donat yang satu ini, tidak bisa disamakan dengan donat pada umumnya. Soal rasa dan penyajian, makanan yang memiliki rasa manis ini memiliki keunikan tersendiri. Seperti apa ya?

Rumah makan As Salam, tidak hanya menyediakan menu makan siang, namun juga memiliki menu andalan yang disebut donat bakar (Dokar). Terletak di area perumahan Fajar Indah, Jajar dan bersebelahan dengan kampus. Rumah makan tersebut selalu dipenuhi pengunjung ketika jam istirahat.

“Kalau waktu siang banyak yang makan kesini. Kebanyakan mereka para mahasiswa dan yang dicari pasti dokar,” kata salah satu karyawan As Salam, Denny.

Saat ditemui, Deny, memperlihatkan cara menyajikan donat bakar tersebut. Proses awal dari penyajian dokar ini, dimulai dari membakar kue donat. Sebelumnya, kue donat tersebut sudah dimatangkan dengan cara digoreng. Barulah kemudian sebelum disajikan, dibakar selama 15 menit.

“Tujuan dari proses pemanggangan ini, untuk menghilangkan sisa minyak dalam donat ketika proses penggorengan. Jadi saat di bakar minyaknya bisa keluar dengan sendirinya,’’ terangnya

Saat dokar sudah tersaji di depan mata, segeralah menyantap makanan ini selagi hangat. Sebab, dokar yang sudah dingin akan mengurangi rasa dan tekstur kue ini. Untuk menambah rasa manis dari kue ini, tambahkan toping sesuai selera.

Dokar yang satu ini memiliki 42 varian rasa yang ditawarkan. Seperti rasa jagung bakar, duriam, baladao, strawbery, coklat, mangga , jeruk, vanila, coffe, bluebery dan masih banyak lagi.

“Kalau untuk rasa kita memang menyediakan banyak macam, dan untuk toping donatnya kita ada almond, coklat, kacang dan keju,” terangnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge