0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Air Waduk Cengklik Hanya Cukup Satu Bulan

timlo.net/nanin

Sejumlah petani memanfaatkan waduk cengklik yang menyusut

Boyolali — Tak kunjung turun hujan, kondisi Waduk Cengklik kian memprihatinkan. Volume air Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali, saat ini tersisa 1,4 juta meterkubik, hanya mampu mencukupi satu bulan untuk irigasi pertanian. Bila hujan tak kunjung turun, Waduk dipastikan bakal mengering.

“Penyusutanya banyak sekali, air yang tersisa hanya cukup untuk satu bulan ke depan,” kata Petugas Penjaga Pintu Air Waduk Cengklik, Tarmo, Kamis (29/10).

Dijelaskan, air Waduk Cengklik selama ini digunakan untuk mengairi dua ribu hektar area pertanian di 14 desa di dua kecamatan, Ngemplak dan Nogosari. Saat ini, saluran irigasi waduk sisi kanan masih mampu mengeluarkan air untuk pertanian sebanyak 300 meter kubik perdetik perhari. Sementara waduk irigasi sebelah kiri sebanyak 100 meter kibik perdetik perhari.

“Prediksi kami awal November sudah memasuki musim penghujan,” imbuhnya.

Sementara itu, mengeringnya kawasan Waduk Cengklik dimanfaatkan warga sekitar untuk bercocok tanam padi. Pemaafaatan lahan yang kering akibat surutnya air sudah dilakukan warga sejak dulu. Bahkan, warga ingat betul lokasi lahan yang mereka tanami sebelumnya.

“Tinggal nempati saja, rata-rata sudah punya lokasi sendiri-sendiri,” ujar Widodo, warga sekitar.

Hal sama juga diungkapkan Parini. Dirinya ikut memanfaatkan lahan di Kawasan Waduk Cengklik karena tidak punya lahan lain. Parini mengaku, sudah mengantongi ijin dari pengelola waduk. Biasanya warga menanam tanaman jagung, padi dan kacang tanah. Dipilihnya tiga tanaman tersebut, karena masa tanam pendek.

“Kalau air sudah naik, otomatis seluruh tanaman akan tenggelam,” imbuhnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge