0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ssttt…! Ini Misteri Tiga Puncak Gunung Lawu

dok.timlo.net/nanang rahadian
Gunung Lawu (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur mempunyai tiga puncak yang masing-masing mempunyai nama dan keistimewaan sendiri-sendiri. Gunung yang memiliki ketinggian 3.265 mdpl tersebut terkenal dengan julukan Seven Summits of Java (tujuh puncak Pulau Jawa). Puncak Gunung Lawu terkenal sangat dingin. Suhu di puncak bisa sampai minus lima derajat celcius.

“Tiga puncaknya menjadi tempat sakral bagi masyarakat jawa. Hargo Dalem diyakini sebagai tempat pamoksan (menghilangnya) Prabu Brawijaya, Hargo Dumiling dipercaya sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon yang merupakan abdi setia dari Prabu Brawijaya, dan Hargo Dumilah merupakan tempat yang meditasi pagi penganut kejawen,” kata Ki Buyut Lawu yang juga Ketua Komunitas Kiai Damar Sesuluh (Spirit Religious, Cultural & Educatian), Kamis (29/10).

Ki Buyut Lawu menjelaskan, apa yang kita ucapkan atau yang kita pikirkan saat mendaki Gunung Lawu haruslah yang positif dan baik-baik. Janganlah kita mengeluh atau berkeluh kesah. Biasanya hal itu akan terjadi pada kita.

“Kita tidak boleh mengeluh, capai, nanti tiba-tiba stamina kita akan mendadak menurun. Jika berkata dingin maka kita akan kedinginan,” jelasnya.

Misteri lain yang hampir diseluruh gunung ada adalah adanya Pasar Setan. Yaitu pasar yang tak terlihat dengan kasat mata. Hanya terdengar suara ramai seperti di dalam pasar namun tidak kelihatan aktivitas apapun layaknya sebuah pasar. Saat kita mendengar keanehan tersebut, lanjut Ki Buyut Lawu, kita juga diharuskan diam saja dan tetap melanjutkan perjalanan.

“Kita jangan ngelokke apalagi ngrasani hal tersebut, kita biarkan saja dan kita tetap fokus pada tujuan kita naik ke puncak Lawu,” kata Ki Buyut Lawu.

Misteri lain adalah Kyai Jalak Lawu, burung yang dipercaya sebagai penunjuk jalan ini sering muncul saat kita  melakukan pencakian. Burung ini seakan mengikuti kita dan dipercaya sebagai penunjuk jalan. Namun kadang kala muncul kupu-kupu berwarna hitam, namun di tengah kedua sayapnya terdapat bulatan besar berwarna biru mengkilap.

“Mitos yang dipercaya,  jika melakukan pendakian, melihat kupu-kupu dengan ciri seperti itu adalah pertanda bahwa  kehadiran pendaki disambut baik (diijinkan) oleh penjaga Gunung Lawu.  Jangan pernah  menganggu, mengusir bahkan membunuhnya,” ungkapnya.

Ada beberapa pantangan dalam melakukan pendakian Gunung Lawu diantaranya adalah pantangan mengenakan baju berwarna hijau daun, dan dilarang mendaki Puncak Lawu dengan rombongan yang berjumlah ganjil.

“Jangan naik puncak jika jumlah pendakinya ganjil,  takutnya nanti akan tertimpa kesialan,” jelas praktisi spiritual asal Karanganyar tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge