0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nasib Sepak Bola Indonesia Tunggu Pemilihan Presiden FIFA

dok.timlo.net/aryo yusri atmaja
Deputi Bidang IV Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Joko Pekik Irianto (kiri) (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo —  Nasib persepakbolaan Indonesia tampaknya belum akan terjawab dalam waktu dekat. Pasca pembekuan PSSI oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), aktivitas sepak bola dalam negeri berupa kompetisi seolah mati dan Indonesia mendapat sanksi dari FIFA, sehingga dilarang bertanding di level Internasional.

Menurut Deputi Bidang IV Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Joko Pekik Irianto, olahraga sepak bola di Indonesia baru akan jelas setelah FIFA memiliki Presiden baru pada Februari tahun depan. Ya, induk federasi sepak bola dunia FIFA belum memiliki pengganti Sepp Blatter yang mengundurkan diri.

Sementara Indonesia yang sebenarnya memiliki PSSI telah dibekukan Menpora lantaran berbagai masalah muncul yang berujung pada prestasi Timnas yang jeblok. Menurut Joko Pekik, bakal ada federasi sepak bola baru di Indonesia semacam pengganti PSSI, demi membentuk tata kelola sepak bola yang lebih baik.

“Kemarin ada pembicaraan dengan Presiden Joko Widodo, bahwa persoalan sepak bola Indonesia terus menunggu kejelasan di FIFA. Mereka (FIFA —Red) akan melakukan pemilihan Presiden yang baru pada 26 Februari 2016, dan nasib Indonesia akan jelas setelahnya,” ujar Joko Pekik saat ditemui di kompleks Stadion Manahan, Kamis (29/10).

Sejauh ini hanya ada turnamen Piala Kemerdekaan dan Piala Presiden yang sudah digelar pasca pembekuaan PSSI. Rencananya bulan November digelar kembali turnamen yang diisi oleh tim-tim ISL, yakni Piala Jenderal Sudirman. Lantas bagaimana nasib tim-tim Divisi Utama dan kasta di bawahnya seperti Liga Nusantara?

“Saat ini memang hanya akan menggulirkan turnamen-turnamen. Sebenarnya turnamen atau kompetisi sama saja untuk saat ini. Lha nanti setelah ada kejelasan federasi sepak bola Indonesia yang baru, semua akan jelas, termasuk klub-klub kasta bawah seperti Divisi Utama. Mungkin bulan Januari mendatang bakal ada turnamen untuk tim Divisi Utama,” tandas Joko Pekik.

Sebelumnya, FIFA merilis tujuh nama kandidat yang akan bersaing memperebutkan posisi sebagai Presiden untuk menggantikan Sepp Blatter yang mundur dari jabatannya. Pemilihan Presiden FIFA sendiri akan dilaksanakan pada 26 Februari 2016. Ketujuh calon Presiden FIFA antara lain Prince Ali, Musa Bility, Jerome Champagne, Gianni Infantino, Michael Platini, Sheikh Salman, dan Tokyo Sexwale.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge