0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sebelum Heboh, Arzetty Mau Bantu Bangun Musala

merdeka.com

Arzetty Bilbina

Timlo.net – Rumor penggerebekan Politikus PKB, Arzetty Bilbina dengan Dandim Sidoarjo, Letkol Rizeki Indra Wijaya yang berduaan di HoteL Arjuna Malang telah dibantah. Arzetti mengatakan pertemuan itu untuk membahas dana pembangunan sebuah musala di salah satu pondok pesantren di Malang.

Musala itu merupakan salah satu fasilitas pendukung Pondok Pesantren Yatim Dhuafa Al-Ikhlas yang terletak di Dusun Biru, Desa Gunungrejo, Kacamatan Singosari, Kabupaten Malang. Arzetti dan Rizeki sebelumnya berencana membantu pembangunan musala itu sebelum kejadian penggerebekan di Hotel Arjuna terjadi.

Pesantren pimpinan KH M Ali Zubair itu berdiri tahun 2009. Sejak 2 Mei 2013, melakukan pengembangan dan proses pembangunan untuk kompleks pondok pria. Jumlah santri sebanyak 95 orang, 66 santri putra dan 29 perempuan. Para santri yang masih usia TK dan SD berasal dari Flores, Papua, Kalimatan, Sumatra, NTT.

Zubair menuturkan, Rizeki mengajak Arzetti untuk ikut membantu pembangunan musala berukuran 12×16 meter persegi itu. Pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Rizeki dan dijanjikan akan dipertemukan dengan Arzetti, yang disebut Rizeki sebagai teman dari Jakarta.

“Jumat (23/10), saya ditelepon komandan Rizeki Indra Wijaya, ‘Ustad saya punya teman dari Jakarta rencananya mau membantu pembangunan musala pondok pesantren yatim dhuafa Al-Iklas’,” kata Zubair, Rabu (28/10).

Zubair yang mengaku dekat dengan Rizeki sejak menjadi Komandan Yonkav itu, menggelar jumpa pers di musala papan, yang disebut akan dicarikan dana oleh Rizeki.

Saat perbincangan dengan telepon itu, kata Zubair, dirinya diminta menyiapkan proposal pembangunan musala.

“Apa yang bisa saya bantu komandan? ‘Tolong kalau ada proposal serahkan pada saya’. Kemudian saya menyampaikan, siap komandan saya siapkan,” katanya menirukan percakapan dengan Rizeki.

Tetapi ternyata, Rizeki justru akan datang secara langsung ke pondoknya bersama teman yang dimaksud. Awalnya dirinya juga tidak tahu, kalau yang diajak adalah Arzetti, artis yang juga anggota DPR.

“Insya Allah nanti sekalian saya ajak teman saya itu langsung ke tempat jenengan, untuk melihat langsung pembangunan musala, biar tahu kondisinya langsung seperti apa,” katanya.

Rizeki menurut Zubair sudah sering datang ke pesantrennya, terakhir datang pada 22 Oktober lalu. Saat itu Rizeki datang bersama keluarga besarnya, mengajak anak-anak berbuka puasa bersama pada 10 Muharram.

Sampai hari yang dijanjikan, yakni Minggu (25/10) ternyata tamu yang akan datang itu tidak kunjung tiba. Dirinya berusaha menghubungi baik dengan telepon maupun berkirim Whatsapp, tetapi tidak mendapat kepastian.

“Saya sampai sore menunggu-nunggu. Saya telepon tidak diangkat-angkat. Saya kirim WA juga belum terbaca. Kok enggak ada kabar dari komandan? Kok saya telepon tidak diangkat? Saya WA tidak dibaca. Saya baru tahu kabar, Senin paginya,” akunya.

Arzetti dan Rizeki diamankan di kamar 18 Hotel Arjuna Lawang, Kabupaten Malang. Lokasi hotel sekitar 10 km dari pesantren yang akan dikunjungi itu.

Zubair pun tidak mengetahui kalau keduanya singgah di Hotel Arjuna. Pihaknya juga sama sekali tidak tahu dengan kejadian di hotel tersebut.

Hal serupa juga disampaikan oleh Djoko Purnomo, Ketua FKPPI Sidoarjo yang diminta berangkat ke Malang oleh Rizeki. Saat itu, diberitahu kalau Arzetty akan berkunjung ke Al-Ikhlas dan Pondok Gus Zein di Tumpang.

“Saya belum tahu lokasinya, tetapi diminta ke Malang untuk bertemu Bu Arzetty. Saya tidak tahu yang terjadi di Denpom, saat itu masih diperiksa gitu saja, tidak bisa ditemui,” ungkapnya.

Rencana ke Malang, sudah dibicarakan dengan Djoko sekitar dua minggu sebelumnya. Saat itu rencananya bertemu di Djuanda, Sidoarjo tetapi akhirnya bergeser ke Malang.

“Saya kejadiannya di hotel tidak tahu. Saya berharap tuduhan itu tidak benar,” tegasnya.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge