0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mubazir, Pemasangan CCTV di Jalur Pendakian Lawu

dok.timlo.net/nanang rahadian
Jalur pendakian Gunung Lawu saat ditutup (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Wacana pemasangan closed circuit television (CCTV) di jalur pendakian Gunung Lawu merupakan hal yang mubazir dan mengada-ada. Hal tersebut dikatakan sejumlah relawan dari Anak Gunung Lawu (AGL).

“Ini alam terbuka, Mas, siapa yang akan tanggung jawab dengan keamanan barang itu (CCTV —Red), perawatannya juga akan sulit,” kata Budi Santoso, salah seorang relawan AGL, Rabu (28/10).

Menurut Budi, bisa saja CCTV dipasang pada tiap pos atau sepanjang rute pendakian, namun jika tujuannya untuk memantau pendaki yang menyalakan api unggun hingga mengakibatkan kebakaran akan sia-sia.

“Gunung Lawu itu luas, Mas, terus berapa kamera yang akan dipasang untuk pemantauan?” kata Budi.

Selain itu, lanjut Budi, faktor keamanan dari kamera dan perlengkapannya juga harus menjadi pemikiran yang matang. Padahal, tidak hanya kamera yg akan terpasang, karena tidak ada listrik, otomatis harus memasang solar cell dan perlengkapan lain yang tidak murah harganya.

“Di sini (Gunung Lawu), seng buat ngeyup saja bisa hilang, Mas. Padahal untuk kepentingan bersama,” kata Budi.

Selain itu, jalur menuju puncak tidak hanya jalur resmi saja. Banyak sekali jalur kecil-kecil atau jalan tikus untuk menuju puncak. Hal itu akan semakin membuat sulit pemantauannya. Dia memberikan contoh kasus 7 pendaki tewas terbakar beberapa saat lalu. Beberapa pendaki melewati jalur tikus untuk bisa naik padahal jalur resmi telah ditutup.

Coverage areanya terlalu luas jika akan dipasang CCTV,” jelas Budi.

Budi menambahkan, sosialisasi kepada pendaki tentang pentingnya pelestarian lingkungan hidup jauh lebih penting daripada hanya sekeadar pemasangan CCTV. Menurutnya, dengan sosialisasi, kesadaran warga akan tumbuh dan otomatis akan menularkannya kepada rekan lain maupun anak cucunya kelak.

“Kalau kesadaran sudah tumbuh, warga tidak akan melakukan hal-hal yang bisa merusak lingkungan. Contohnya menyalakan api unggun dengan sembrono tanpa mematikan,” katanya.

Sebelumnya,  Ketua Program Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr Prabang Setyono SSi MSi, mewacanakan pemasangan CCTV di sepanjang jalur pendakian Gunung Lawu. Pemasangan ini dimaksudkan untuk memantau pendaki dan meminimalisasi kebakaran hutan di Gunung Lawu.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge