0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Es Krim Pot, Lembut Tapi Renyah

widiyawati

Bu Trisni menunjukkan es krim pot buatannya

Solo – Sajian Es krim yang satu ini begitu unik dan menarik. Tampilannya yang cantik dan berwadahkan pot bunga, kadang membuat kita tertipu, bahwa yang ada di dalam pot tersebut adalah es krim yang biasanya kita makan. Seperti apa ya rasanya?

Namanya es krim pot. Minuman segar ini berbeda dengan kebanyakan es krim lainnya yang biasa disajikan dalam wadah cup, secop, atau ditusuk. Es krim yang satu ini tampil dengan lebih kreatif dan inovatif layaknya tanaman yang berada di dalam pot bunga.

“Bedanya dengan yang lain, kalau es krim pot ini disajikan dengan wadah pot bunga dan dengan toping yang menyerupai cacing, pupuk, bunga, rumput dan tanah,” kata penjual Es Krim Pot Solo, Trisni, saat ditemui di tokonya di kawasan Manahan Solo.

Ia menjelaskan, untuk menyajikan es krim pot ini terhitung cukup singkat. Dimulai dari membuat pot tanaman, kemudian diberi pembatas berupa wadah es krim bulat. Lalu dalam pot tersebut diberi choco chip. Lantas di atasnya ditutup dengan es krim beraneka rasa.

Mulai dari coklat, vanila, susu dan stroberi. Setelah itu, untuk ornamen tanah, ditabur biskuit yang yang telah dihancurkan. Sebagai pemanis, diberi permen warna-warni, selai dan jelly.

“Penyajianya tidak rumit, hanya tinggal membubuhkan aneka toping tersebut ke dalam pot es krim,” terangnya.

Soal rasa, es krim yang satu ini tak hanya lembut dan dingin seperti es krim pada umumnya. Namun karena ada varian rasa dari biskuit, permen, dan jellinya, menjadikan es krim ini terasa istimewa. Sehingga saat masuk kemulut, selain dingin dan manis, ada sedikit rasa renyah. Selain itu, kata dia, pengunjung dapat memilih ukuran pot sesuai keinginan.

Ibu Trisni, panggilannya akrabnya, mulai membuka bisnis kuliner tersebut selama tiga bulan, tepatnya di awal Agustus lalu. Terinspirasi dari temannya yang membelikan es krim serupa dari Yogjakarta. Lantaran tertarik, kemudian mengembangkan di Kota Solo.

“Peminat es krim pot tersebut terbilang cukup banyak, untuk perhari bisa habis tiga sampai empat boks, sampai kuwalahan mengikuti order. Ada juga yang pulang, karena tidak mau antri, soalnya banyak pembeli,” paparnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge