0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terima Rp 5 Juta, Jaka Sawaldi : Sudah Dikembalikan ke Kas Daerah

timlo.net/aditya wijaya

Sekda Pemkab Klaten, Jaka Sawaldi

Klaten — Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Klaten Jaka Sawaldi mengakui dirinya hadir menjadi saksi dalam persidangan dugaan korupsi proyek pemuktahiran daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) 2008 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Sdiang tersebut di gelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Semarang, Senin (26/10) lalu.

“Sidang menghadirkan tujuh saksi. Saksi pertama Endang, berikutnya Ari Pahlevi, Rudi Widodo, Nur (Bendahara), saya, Bambang Sigit, dan Indarwanto,” sebut Jaka Sawaldi yang waktu itu menjabat Kabag Pembangunan, Rabu (28/10).

Dikonfirmasi pernyataan terdakwa mantan Kepala Disdukcapil Klaten Sarjono mengenai sejumlah aliran dana, dia tidak menampiknya. Namun demikian dia tidak tahu uang itu untuk apa dan sudah dikembalikan ke kas daerah.

“15 Pebruari 2009 saya didatangi Ari Pahlevi, staf Disdukcapil Klaten. Dia pamitan dan mengatakan ada titipan dari pak Sarjono. Ada pengembalian dari kegiatan pemuktahiran data,” katanya saat ditemui wartawan.

Uang itu, imbuhnya, ditinggal di meja ruangannya begitu saja. Pihaknya kemudian mencari Ari Pahlevi, tapi ternyata sudah pulang. Setelah itu dirinya melaporkannya ke Sekda Klaten saat itu, Indarwanto.

“Gimana sikap kita. Terus kata pak Sekda lebih baik lapor ke pak Bupati. Lalu 17 Februari 2009, melalui pak Bambang Sigit (Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) waktu itu), termasuk uang yang diterima pak Bambang Sigit pak dan Indarwanto, dan lain-lain dikembalikan ke kas daerah,” imbuhnya.

Ditanya siapa yang lain-lain itu, Jaka Sawaldi menyebut Bupati Klaten periode 2005-2010 Sunarna. Tapi untuk nominal uang yang diterima oleh mereka, dia tidak mengetahuinya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge