0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemuda Indonesia Harus Melakukan Revolusi Mental

dok.timlo.net/achmad khalik
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lanud Adi Soemarmo Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Karanganyar — Seiring tuntutan jaman, pemuda Indonesia harus melakukan revolusi mental. Mereka harus mandiri dan mampu mengambil keputusan terbaik secara jernih tanpa harus tergantung oleh negara dan orang tua. Maka dari itu, pemuda merupakan ujung tombak bangsa dan negara.

“Pemuda Indonesia harus mandiri tanpa tergantung oleh apapun. Saat ini, pemuda Indonesia merupakan ujung tombak negara dan bangsa. Mereka harus selalu lebih maju dalam berkreatifitas,” kata Kadisbin Depohar 50, Letkol Lek Evik Merdiana saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi dalam upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-87 di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Colomadu, Karanganyar, Rabu (28/10).

Dikatakan, bukan eranya lagi pemuda diawasi, dikekang apalagi diintimidasi. Mereka cukup diberi pendampingan, fasilitasi dan motivasi untuk berkembang sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Sehingga, kreativitas mereka terus tumbuh dengan kontrol pendampingan orang tuanya.

“Pemuda cukup diberi pendampingan dan fasilitas, supaya kreativitas mereka terus tumbuh dengan kontrol yang sesuai dengan porsinya,” jelas Kadisbin.

Salah satu ikrar penting dalam Sumpah Pemuda 1928, lanjutnya, adalah “satu tanah air, tanah air Indonesia”. Ikrar ini, jelas Kadisbin, memberikan tekanan yang sangat kuat kepada para pemuda akan pentingnya menjaga Tanah Air yang merupakan salah satu komponen penting. Demi keberlangsungan masa depan generasi penerus bangsa dan negara.

“Pastinya, tiap pemuda wajib menjaga dan mempertahankan tanah air mereka yakni Indonesia,” tegasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge