0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengembangan Kota Kreatif Diminta Tak Terjebak Sebatas Branding

dok.timlo.net/daryono
Anggota Banggar DPRD Solo, Supriyanto (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Kalangan DPRD Solo memberikan sejumlah catatan atas gelaran Indonesia Creative Cities Conference (ICCC), 22-25 Oktober lalu. Legislator meminta, gelaran even kreatif di Solo tidak terjebak sebatas pada branding.

“Periode branding sudah lewat. Sudah saatnya fokus pada program kongkrit. Jangan sampai pencanangan Solo sebagai kota kreatif hanya sebatas uforia, tanpa adanya pondasi yang kuat,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Solo, Supriyanto, kepada wartawan, Selasa (27/10).

Menurut Supriyanto, saat ini keberpihakan pemerintah kota (Pemkot) pada pelaku ekonomi kreatif masih minim. Para pelaku ekonomi kreatif lebih membutuhkan keberpihakan nyata dari Pemkot agar usaha kreatifnya lebih berkembang. Pemkot diminta lebih peka akan potensi kreativitas warga.

Supriyanto mencontohkan, kolaborasi antara pemuda Solo dengan Pemkot dalam pengembangan Pasar Pucangsawit layak diacungi jempol. Kedepan, hal-hal seperti itu perlu terus dikembangkan antara pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, akademisi dan pengusaha.

“Tanpa sinergi berbagai pihak, simpul-simpul ekonomi kreatif ini tidak akan berkembang,” ujar dia.

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti mengaku tidak bisa berkomentar banyak terkait penyelenggaraan ICCC. Pasalnya, ia tidak mendapatkan undangan. Namun, pelaksanaan event berskala nasional pastinya memberi dampak pada peningkatan ekonomi di Solo seperti okupansi hotel dan kuliner. Hal itu semestinya bisa diukur secara lebih detail.

“Kan tidak cukup itu saja. Ukuran kontribusinya seharusnya bisa lebih terukur,” ungkap dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge