0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tolak Tower, Warga Ngaliyan Gerudug Dewan

timlo.net/nanang rahadian

Audiensi warga Ngaliyan dan anggota Dewan

Karanganyar — Ratusan warga Kampung Ngaliyan, Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar Kota menggeruduk gedung DPRD, Selasa (27/10). Mereka meminta perlindungan kalangan legislatif, karena hidupnya merasa tidak tenang dengan keberadaan tower telekomunikasi di kampungnya.

“Kampung menjadi tidak tenang, banyak teror kepada penentang keberadaan tower,” kata Wagiyem salah satu warga Ngaliyan, Selasa (27/10).

Menurut Wagiyem, sejak warga menolak tower dinyalakan, dari berbagai pihak seakan meneror mereka. Berbagai cara dilakukan pihak pemilik tower untuk menakhlukkan warga Ngaliyan. Bahkan dengan cara-cara adu domba.

“Salah satunya dengan memberikan uang. Warga di luar rebahan tower dibagi-bagi uang mulai Rp 200 ribu, Rp 400 ribu sampai Rp 2 juta. Itu modus mengadu domba antarwarga,” kata Wagiyem.

Warga meminta anggota dewan untuk mendesak pihak-pihak terkait segera merobohkan tower. Selain teror dari manusia, juga ada teror dari alam yakni sambaran petir. Peristiwa sambaran petir ke tower pada 2012 silam masih membekas di ingatan warga hingga sekarang.

“Petir seperti berjalan di atas aspal. Bayangkan kalau anak-anak kami berada di sana, padahal kondisi tidak hujan. Rasa takut tidak bisa dibeli dengan uang,” katanya.

Menurut Wagiyem, warga Ngaliyan juga meragukan ijin tower sejak habis masa berlakunya karena tidak ada ijin lingkungan dari warga setempat. Untuk diketahui, tower setinggi 72 meter itu didirikan pada 2006. Setelah masa operasionalnya habis pada 2011, pemilik memperpanjang ijin, namun tower itu gagal beroperasi akibat tersambar petir pada Agustus 2012 silam.

“Kami tidak merasa menandatangani ijin perpanjangan tower,” tegas Wagiyem.

Hingga saat ini, warga Ngaliyan masih memblokade akses menuju tower di RT 04/RW I dan beronda rutin agar pihak-pihak berseberangan tak bisa menyalakannya kembali. Sebab, dulunya pemilik tower sempat berhasil menyalakan tower secara sembunyi-sembunyi.

Sementara itu, kedatangan warga Ngaliyan disambut Ketua Komisi A Bagus Selo. Dirinya berjanji menginvestigasi persoalan ini dengan terlebih dulu mengumpulkan keterangan dari instansi teknis seperti DPU, BPMPTSP dan Dishubkominfo.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge