0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

MUI Serukan salat Istisqa Minggu

dok.merdeka.com

Wakil Ketua Umum MUI Yunahar Ilyas

Timlo.net – Pemerintah diminta menyelenggarakan salat Istisqa pada Minggu (1/11). Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan salat Istisqa untuk meminta hujan agar kebakaran hutan dan lahan padam.

“Kalau negara mau menyelenggarakan ya itu tadi kami menyarankan hari Minggu. Istisqa itu harus benar-benar tulus taubat dari kesalahan selama ini kita perbuat,” kata Wakil Ketua Umum MUI Yunahar Ilyas, Selasa (27/10).

Pemerintah menginginkan salat Istisqa dilaksanakan di Masjid Baitul Rahim di Kompleks Istana, Jakarta. Namun MUI meminta salat Istisqa dilakukan di Parkir Timur Senayan, Jakarta.

“Kan sunah rasul sudah ada. Zaman nabi tidak ada istisqa di masjid kecil dan di tempat mewah seperti itu (Istana). Syarat dikabulkannya itu, bertaubat dulu, puasa 3 hari, habis itu sedekah, terus mengajak orang tak mampu salat Istisqa dan binatang ternak dibawa meski enggak harus semua karena binatang kan juga menderita,” kata dia.

MUI, kata dia, hanya menyerukan masyarakat untuk bertobat dan melaksanakan salat Istisqa. MUI tidak menyelenggarakan salat Istisqa.

“Tadi sudah komunikasi dengan pihak Istana tetap ngotot di konsep awal itu hari Jumat,” tukas dia.

Pertama, MUI menyerukan masyarakat untuk bertobat dan memohon ampun kepada Allah dari segala macam maksiat, meninggalkan perilaku zalim, memperbanyak sedekah, dan meninggalkan permusuhan.

“Karena kekeringan berkepanjangan yang melanda negeri ini bisa jadi merupakan peringatan dari Allah SWT atas perbuatan kita,” katanya.

Kedua, MUI mengimbau kaum Muslimin melaksanakan salat Istisqa dengan didahului puasa 3 hari, memperbanyak istighfar, perilaku sopan santun dan berkehidupan sederhana. Kaum Muslim juga diminta memohon doa dari para sholihin, sesuai yang dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabat.

“Ketiga, MUI meminta pemerintah mengambil kebijakan tegas dan strategis yang berimplikasi pada penghentian atau setidaknya pengurangan dari berbagai dampak buruk kemarau panjang. Kebijakan itu antara lain menegakkan hukum yang menjerakan kepada setiap pelaku pembakaran dan pemilik lahan yang menyebabkan bencana asap.”

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge