0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Promosikan Karanganyar Lewat Stadion Mini Plumbon

Perangkat desa Plumbon memperlihatkan kondisi lapangan yang akan digunakan untuk turnamen akhir pekan nanti ()

Karanganyar — Kegiatan sepak bola di wilayah Surakarta dan sekitarnya akan tertuju pada turnamen Plumbon Cup I, Tawangmangu, Karanganyar, akhir pekan ini. Sebuah turnamen berisi 16 tim, baik peserta Divisi Utama, Linus, serta amatir di Jateng dan Jatim akan beradu kekuatan.

Adalah Stadion Mini yang terletak di Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, yang akan menjadi magnet bagi kawasan Karanganyar. Sebuah lapangan sepak bola yang baru dibangun, ternyata memiliki sejumlah fasilitas memadai. Kualitas rumput lokal yang tumbuh subur dan hijau, menjadi nilai lebih dari sebuah lapangan kampung.

Tribun penonton berbentuk letter L di sudut utara dan timur lapangan akan menampung penonton layaknya Stadion. Dua gawang, bench pemain, hingga  fasilitas MCK yang baru membuat kondisi lapangan Plumbon selayaknya Stadion pada umumnya. Ukuran lapangan Plumbon dengan dimensi luas 64 m x 90,5 m.

“Kami ingin memperkenalkan desa Plumbon Tawangmangu yang memiliki aset berupa lapangan sepak bola yang berkualitas. Adanya sarana lapangan ini juga untuk meningkatkan prestasi olahraga sepak bola di Desa Plumbon dan sekitarnya,” ungkap Kepala Desa Plumbon, Suwaji di sela-sela memperlihatkan lapangan kepada wartawan, Selasa (27/10) siang.

Dalam perawatannya, seorang pekerja khusus merawat lapangan dikerahkan untuk menjaga kondisi rumput maupun kebersihan lapangan. Termasuk penyiraman setiap hari. Apalagi di pinggir lapangan dialiri sungai kecil dengan air cukup deras. Bahkan 11 kampung yang ada di Desa Plumbon secara bergantian untuk menggunakan lapangan berdasarkan jadwal pemakaiannya.

Perangkat Desa Plumbon berharap adanya kucuran dana dari dari pemerintah untuk melanjutkan pembangunan Stadion Mini Plumbon. Terutama melanjutkan pembangunan tribun penonton yang sesuai desain akan berbentuk keliling penuh. Dibutuhkan dana kurang dari Rp 1 miliar rupiah untuk meneruskan pembangunannya.

“Ini lapangan baru dimulai 2013 dan rencananya masih terus dibangun. Namun minimnya anggaran, kami jadi harus realistis dan membangun secara bertahap. Mudah-mudahan pemerintah bisa ikut membantu menyempurnakan lapangan ini,” lanjut Suwaji.

“Total kami sudah menghabiskan biaya Rp 600 juta, dan tanah lapangan ini milik kas desa. Butuh kurang dari Rp 1 miliar lagi untuk menyempurnakannya,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge