0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Wonogiri Selatan Mulai “Ngawu-Awu”

Petani menanam padi dengan tradisi ngawu-awu (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Meski belum turun hujan, warga dua kecamatan di Kabupaten Wonogiri, yakni Kecamatan Giritontro dan Paranggupito sudah melakukan tanam padi. Tanah yang kering pun tetap mereka tanami benih padi. Petani wilayah Wonogiri selatan ini menyebutnya “Ngawu-awu” atau menebar benih sebelum hujan. Begitu hujan datang, maka benih akan tumbuh.

“Tiap tahun juga begini, memang ada resiko, tapi selama ini aman,” kata Mulyono, warga Dusun Ngringin, Desa Ngargoharjo, Kecamatan Giritontro, Selasa (27/10).

Sebelum benih padi ditanam, lahan terlebih dahulu dipersiapkan.Tanah pun tidak perlu diolah dengan traktor, cukup dengan garuk buatan sendiri dari bahan kayu dan seng.

“Kalau pakai traktor terlalu dalam, tumbuhnya benih tidak bisa sama,” katanya.

Tapi tidak semua petani seperti mereka, beberapa memilih untuk menunggu hujan benar-benar sudah rutin turun. Kebanyakan petani yang melakukan tanam dengan cara ngawu-awu mempunyai alasan tersendiri.

“Kalau kita menanamnya pas turun hujan atau “labuhan”, permasalahannya pada biaya dan tenaga kerja. Pastinya petani bersama-sama menanam,sehingga kita dapat pekerja,toh kalau ada pasti upahnya juga mahal,” jelasnya.

Beda halnya dengan Prapti, warga Dusun Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito. Ia memilih menanam ketika curah hujan sudah normal. “Tanahnya saya kan nggak luas, saya memilih nunggu hujan turun dulu. Takutnya nanti benih tidak jadi,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge