0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kelebihan Muatan, Puluhan Truk dan Mobil Ditilang

Razia angkutan di Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Puluhan truk dan mobil angkutan barang terjaring dalam operasi gabungan yang digelar Dishubkominfo Provinsi Jateng, Dishubkominfo Karanganyar bersama Sat Lantas Polres Karanganyar, di shelter Papahan, Karanganyar, Selasa (27/10).

“Ini merupakan operasi rutin untuk memantau kelaikan jalan angkutan barang dan manusia,” kata Tubagus Kresno Wijantoro, Kasi Pengawasan dan Operasional UPP wilayah Surakarta, Selasa (27/10).

Tubagus mengatakan, pengecekan yang dilakukan menggunakan alat timbang portabel, mayoritas kendaraan tersebut melebihi 40 hingga 50 persen dari berat yang diperbolehkan, yakni maksimal 8 ton. Padahal, toleransi yang diberikan cukup banyak, sebesar 25 persen atau 2 ton dari ketentuan. Bahkan, beberapa diantaranya kedapatan bermasalah dengan surat kendaraan.

“Kami mengacu pada Perda 1/2012 tentang Pengendalian Lebih Muatan, bahwa muatan yang melebihi 25 persen akan ditilang. Sementara yang di bawah 25 persen masih ditoleransi. Namun kebijakan ini berlaku dalam razia dengan alat ukur portabel. Untuk kendaraan yang ditimbang di jembatan timbang, jika muatannya melebihi 5 sampai 25 persen dikenai denda,” jelasnya..

Disebutkan, selama ini pemerintah kerap menerima keluhan terkait kerusakan jalan dari sejumlah masyarakat. Pasalnya, masyarakat sering kali menemui kendaraan yang membawa muatan melebihi batas ketentuan. Oleh karenanya, dengan pembuktian berdasar alat timbang tersebut membuat kendaraan angkut tak dapat mengelak lagi jika memang kelebihan muatan. Bahkan, kendaraan tersebut langsung diberi surat Tilang untuk selanjutnya dilakukan sidang di pengadilan.

“Kita proses tilang untuk kemudian sidang di pengadilan. Ini setidaknya diharapkan menjadi efek jera bagi pengemudi lainnya, bahwa ternyata sekarang ada penindakan di tempat. Ini periodik berkala akan kita lakukan penimbangan guna langkah tindak lanjut,” sebut Tubagus.

Tubagus menambahkan dalam operasi ini selain sisi represif juga diupayakan ada sisi edukasinya juga. Misalnya ada kendaraan asli Karanganyar dengan surat KIR mati, pihaknya hanya akan memberikan surat peringatan dan mengarahkan pemilik untuk segera melaksanakan uji kir,

“Kita arahkan untuk segera melakukan kir. Ini kan berkaitan dengan pendapatan asli daerah,” kata Tubagus.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge