0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Cari Solusi Pengganti PKMS Silver

foto: Dhefi

Siti Wahyuningsih

Solo – Sebanyak 226.800 warga Solo yang menjadi anggota Program Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) Silver terancam tak dapat menggunakan fasilitas layanan tersebut. Hal ini seiring dengan akan dihapusnya Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang melebur kedalam program Jaminan Kesehatan nasional (JKN) pada tahun 2016 mendatang.

“Kami masih mencari regulasi dan formulasi yang pas untuk memberikan layanan kepada masyarakat pengguna PKMS ini. Peniadaan Jamkesda membuat Pemkot harus mencari formulasi baru agar tetap bisa memberikan bantuan kesehatan kepada masayarakat,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK), Siti Wahyuningsih, Senin (26/10).

Wanita yang akrab disapa dr. Ning ini mengungkapkan, seluruh masyarakat harus masuk JKN yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggra Jaminan Sosial (BPJS). Dalam ketentuan itu, warga miskin dijamin oleh negara, termasuk pemegang PKMS Gold.

Pengguna layanan ini akan diintegrasikan ke BPJS kesehatan. Namun yang menjadi masalah adalah pemegang PKMS Silver, yang tergolong hampir miskin. Pengguna layanan ini belum sepenuhnya dapat dijamin oleh APBD. dr Ning mengakui pihaknya akan menyusun regulasi yang aman untuk mengkaver ratusan warga hampir miskin tersebut, salah satunya dengan peraturan walikota, dengan melebur PKMS Silver menjadi PKMS.

“Pada APBD 2016 DKK sudah mengajukan anggaran sebesar Rp 25 miliar, untuk membayar premi 21.824 pemegang PKMS Gold kepada BPJS Kesehatan, sekitar Rp 5,9 miliar pertahun. Sementara sisanya untuk membayar premi bagi pemegang 226.800 PKMS Silver, ke Puskesmas maupun rumah sakit,” katanya

Akan tetapi anggaran sebesar Rp 25 Miliar yang diajukan tersebut hanya disetujui sekitar Rp 13,5 Miliar, dan tambahan sekitar Rp 1 Miliar.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge